Gus Ipul Minta Humas Sekolah Rakyat Jadi Mata, Telinga, dan Suara Lembaga
- Istimewa
Di tengah arus informasi yang bergerak semakin cepat, Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya verifikasi. Kecepatan dan daya tarik sebuah informasi tidak boleh mengalahkan kebenaran.
“Salah satu yang paling penting dalam jurnalistik adalah verifikasi. Cepat, menarik itu penting, viral boleh dan itu harapan kita, tetapi benar jauh lebih penting,” tegasnya.
Ia menilai kesalahan informasi yang disampaikan pemerintah dapat berdampak luas karena berkaitan dengan kepercayaan publik. Karena itu, komunikasi pemerintah harus cepat, akurat, sederhana, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gus Ipul juga meminta pengelola humas terbuka terhadap kritik. Kritik yang benar, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja.
“Kalau ada informasi keliru, kita luruskan dengan data. Kalau ada hoaks, kita jawab dengan cepat. Jawaban terbaik pemerintah terhadap kritik adalah data, fakta, dan kerja nyata,” pungkasnya.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 dan diikuti 240 peserta. Mereka terdiri atas 166 perwakilan Sekolah Rakyat, 32 perwakilan UPT, sentra, dan Sentra Terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, delapan peserta dari Balai dan Pusdiklatbangprof, serta Satgas Kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengelola kehumasan dalam menyampaikan informasi publik secara efektif, transparan, edukatif, dan responsif seiring berkembangnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.