Antam Apresiasi Tim Rescue, Siapkan Personel Hadapi Karhutla
- Dok: Firman
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – PT Antam Tbk memberikan penghargaan kepada sejumlah tim rescue terbaik dalam rangka memperingati 8 tahun Antam Emergency Response Program (AERP). Selain memberikan apresiasi, perusahaan juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan AERP ke-8 tersebut digelar di Perumahan Parengpeng, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin, 24 Agustus 2026.
Sejumlah personel tim rescue PT Antam mendapatkan penghargaan atas kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat. Apresiasi juga diberikan kepada tim yang berhasil mengikuti kompetisi internasional Man Rescue di Afrika.
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral PT Antam Tbk, Ir Hartono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap para personel yang selama ini menjalankan tugas dalam situasi kedaruratan.
Menurutnya, tim rescue Antam tidak hanya disiapkan untuk menangani kondisi darurat di lingkungan perusahaan, tetapi juga kerap diterjunkan untuk membantu penanganan bencana di berbagai daerah Indonesia.
“Bukan hanya internal. Jadi, setiap ada bencana nasional, PT Antam selalu mengirimkan tim rescue ini untuk kepentingan darurat, baik kemarin di NTT maupun sebelumnya ada di Padang, di Palu. Di mana pun di wilayah Indonesia, kita pasti selalu pertama mengirimkan tim rescue kita,” ujar Hartono.
Ia menegaskan, tim rescue yang berada di setiap wilayah kerja Antam selalu disiagakan untuk membantu ketika terjadi kondisi darurat maupun bencana alam.
Kesiapsiagaan tersebut juga diperluas untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Hartono mengatakan pihaknya telah memberikan instruksi kepada seluruh kepala teknik tambang di unit pertambangan PT Antam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
“Karena karhutla ini bisa saja bukan karena ulah manusia, tetapi segitiga api bisa karena ada material, kemudian ada panas dan ada oksigen yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, Antam memastikan kesiapan personelnya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Hartono menekankan pentingnya kolaborasi antara tim rescue perusahaan dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kedaruratan.