Panduan Laksanakan Dzikir Pagi

Ilustrasi dzikir/freepik
Sumber :
  • Freepik

Bogor –Jika Anda ingin melaksanakan dzikir pagi, bisa dimulai sejak terbit fajar atau setelah salat Subuh. Namun, Anda juga boleh melanjutkan hingga matahari naik atau sekitar pukul 07.00 pagi.

img_title Refleksi Penghujung Dzulhijjah 1447 H: Saatnya Menata Hati dan Mengencangkan Amalan Menjelang Tahun Baru Hijriah

Dzikir pagi sendiri itu amalan mengingat Allah ﷻ dengan membaca doa, tasbih, tahmid, tahlil, dan beberapa ayat tertentu pada waktu pagi. Umumnya dimulai sejak terbit fajar hingga menjelang matahari naik atau sekitar pukul 06.00–07.00. 

Dzikir pagi ini adslah bentuk syukur, perlindungan, dan penguat iman seorang muslim dalam menjalani aktivitas keseharian.

img_title Saat Doa Tak Kunjung Terjawab: Apakah Allah Sedang Menguji Kedalaman Iman dan Kesabaran Kita?

Allah ﷻ berfirman:

"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu pada pagi dan petang hari." (QS. Al-Insan: 25)

img_title Hanya Kepada-Mu: Cara Mengikis Ketergantungan pada Manusia Lewat Kekuatan Ayat Al-Fatihah

Juga dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ mengajarkan banyak doa yang dibaca pagi hari untuk menjaga hati, mendatangkan ketenangan, dan perlindungan dari marabahaya.

Dzikir pagi punya keutamaan menenangkan hati dan menjauhkan dari rasa cemas, mendapat perlindungan Allah dari gangguan setan dan keburukan, mendatangkan keberkahan dalam aktivitas sepanjang hari, dan dicatat sebagai hamba yang taat dan senantiasa ingat kepada-Nya.

Contoh anjuran bacaan dzikir pagi, seperti membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255), membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing 3 kali, hingga membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil:

Subḥānallāh (33x)

Alḥamdulillāh (33x)

Allāhu akbar (34x)

Jangan lupa baca doa perlindungan: "Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihi shay’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwa as-samī‘ul-‘alīm" (dibaca 3 kali)

Satu lagi, jangan lupa baca doa: “Allāhumma inni asbaḥtu usyhiduka, wa usyḥidu ḥamalata ‘arsyika, wa malāikataka, wa jamī‘a khalqika, annaka anta Allāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā sharīka laka wa anna Muḥammadan ‘abduka wa rasūluka” (dibaca 4x).