SERBU Rp10.000 Digelar di Puri Mandalika Cimahpar, Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Kul-Ind

SERBU Rp10.000 digelar di Cimahpar, Kota Bogor.
Sumber :
  • Dok: Ernis / VIVA Bogor

Kota Bogor, VIVA Bogor – Program Makan Serba Rp10.000 atau SERBU digelar di Puri Mandalika, Cimahpar, Kota Bogor, Rabu, 2 September 2026.

img_title 2.772 KK di Cimahpar Terima Bantuan Beras Kemensos, Total Capai 83 Ton

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi SERBU Mandalika dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui PERISAI atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia. Aliansi Kuliner Indonesia (Kul-Ind) juga berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan yang diisi dengan sosialisasi jaminan sosial bagi pekerja mandiri tersebut.

Acara di Gedung Puri Mandalika, yang juga menjadi kantor pusat Graha Riset dan Pelatihan Kul-Ind, diikuti peserta dari berbagai kalangan. Mereka berasal dari pelaku UMKM, pedagang gerobak, pengemudi ojek, pendidik, warga setempat, hingga komunitas disabilitas.

img_title Pemkot Bogor dan DPR RI Sepakat Permudah Akses KUR bagi UMKM

Demonstrasi pangan fungsional berbahan dasar mocaf.

Photo :
  • Istimewa

img_title DPRD Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan

Selain sosialisasi program Makan Serba Rp10.000, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pangan fungsional berbahan dasar mocaf serta pemahaman mengenai aplikasi digital.

Konsep Makan Serba Rp10.000 tersebut dicetuskan oleh Purwadi, pemilik Puri Mandalika yang juga seorang chef dengan pengalaman internasional. Purwadi juga merupakan pemilik Riand Catering, dengan Kul-Ind berperan sebagai pengelola.

Melalui konsep tersebut, makanan ditawarkan dengan harga Rp10.000. Program ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan pilihan makanan dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka ruang bagi produk pelaku UMKM untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Subagiyo, Ketua Kul-Ind

Photo :
  • Dok: Ernis / VIVA Bogor

Ketua Kul-Ind, Subagiyo, mengatakan konsep Makan Serba Rp10.000 dikembangkan sebagai salah satu upaya membantu pelaku UMKM mempromosikan produk mereka.

Menurutnya, harga Rp10.000 dapat menarik masyarakat untuk mencoba produk UMKM. Namun, produk yang ditawarkan tetap harus memiliki kualitas dan keunikan.

“Dengan harga Rp10.000 orang semakin kenal. Makanya UMKM juga harus punya produk yang unik, enak, dan bersih. Itu yang perlu kita bina,” ujar Subagiyo.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi pembukaan dari program yang diharapkan dapat terus dikembangkan. Pelaku UMKM nantinya dapat terlibat dengan menyediakan produk dalam konsep Makan Serba Rp10.000.

Selain menjadi sarana promosi, keterlibatan UMKM juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kepada masyarakat secara langsung.

Menurut Subagiyo, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir atau produk UMKM yang terlibat. Salah satu tujuan utama kegiatan adalah mengajak pekerja mandiri memahami dan mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Halaman Selanjutnya
img_title