Adab Sebelum Meminta: Rahasia Doa Dikabulkan dengan Memuji Allah dan Bershalawat

Ketika melangitkan doa
Sumber :
  • Ilustrasi

Bogor, VIVA Bogor – Banyak orang berdoa dengan penuh harap, namun sering kali lupa bahwa dalam Islam, doa bukan hanya tentang meminta. Ada adab yang diajarkan sebelum mengajukan permohonan, salah satunya adalah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

img_title Bahaya Zina di Era Digital: Berawal dari Chat Mesra, Bagaimana Menjaga Diri agar Tak Melampaui Batas?

Adab ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian penting yang dapat membuka pintu langit bagi doa yang dipanjatkan. Ia ibarat mengetuk pintu dengan cara yang benar sebelum masuk dan menyampaikan keinginan.

Allah SWT sendiri mengajarkan pentingnya memuji-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-Fatihah: 2)

img_title Menjaga Iffah di Era Pergaulan Bebas: Benteng Iman Generasi Muda agar Tak Mudah Terjerumus

Ayat ini menjadi pembuka dalam setiap rakaat shalat, menunjukkan bahwa memulai dengan pujian kepada Allah adalah bentuk pengakuan atas kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Ketika seseorang memuji Allah sebelum berdoa, ia sedang menempatkan dirinya sebagai hamba yang rendah di hadapan Tuhan Yang Maha Tinggi. Ini melahirkan rasa tawadhu’ (rendah hati) yang menjadi salah satu kunci diterimanya doa.

img_title Merusak Kehormatan dan Nasab: Bahaya Zina bagi Keluarga dan Masa Depan Anak

Selain itu, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya…” (QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa shalawat bukan hanya anjuran, tetapi juga bentuk ibadah yang memiliki nilai tinggi di sisi Allah. Rasulullah SAW juga memberikan panduan langsung terkait adab berdoa.

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi, kemudian berdoalah sesuai keinginannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa memuji Allah dan bershalawat bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari struktur doa yang diajarkan oleh Rasulullah.

Mengapa hal ini menjadi penting? Karena doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk hubungan antara hamba dan Tuhannya. Ketika hubungan itu diawali dengan penghormatan dan kecintaan, maka doa menjadi lebih bermakna.

Selain itu, shalawat juga memiliki keutamaan tersendiri. Dalam hadis lain disebutkan: “Setiap doa akan terhalang sampai bershalawat kepada Nabi.” (HR. Tirmidzi)

Halaman Selanjutnya
img_title