Resolusi Akhir Tahun Yang Mengundang Perbaikan Diri dan Muhasabah
- Yuni Retnowati
Bogor, VIVA Bogor – Di penghujung tahun, ketika waktu seakan perlahan menutup lembarannya, hati manusia pun terdorong untuk menoleh ke belakang, menghitung jejak langkah, menakar kekhilafan, dan berharap membuka halaman baru dengan jiwa yang lebih bening.
Dalam perjalanan yang sunyi ini, Islam mengajarkan muhasabah, sebuah renungan lembut yang menuntun setiap insan kembali kepada dirinya dan kepada Tuhannya. Walau Islam tidak mewajibkan resolusi akhir tahun, ia mendorong umatnya untuk selalu memperbaiki diri, sebuah semangat yang amat selaras dengan makna resolusi itu sendiri.
Dalam Islam, resolusi akhir tahun bukanlah ajaran khusus yang wajib, tetapi Islam mendorong umatnya untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dan perbaikan diri, dan ini sangat selaras dengan konsep resolusi. Tidak dikaitkannya pembuatan resolusi dengan tasyabbuh (menyerupai tradisi non-Islam), adalah yang utama. Ulama menekankan bahwa seorang Muslim tidak perlu menjadikan momen pergantian tahun Masehi sebagai ritual khusus. Jika resolusi dibuat karenanya mengikuti budaya perayaan tahun baru, maka tidak dianjurkan.
Muhasabah adalah amalan yang dianjurkan. Allah memerintahkan orang beriman untuk mengoreksi dirinya. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia perbuat untuk hari esok…”
(QS. Al-Hashr: 18). Ayat ini menjadi dasar bahawa merenungi masa lalu dan merancang kebaikan di masa depan adalah dianjurkan.
Resolusi akan baik jika dihitung sebagai niat baik. Dalam Islam, niat sangat penting. Jika seseorang bertekad ingin berubah menjadi lebih baik, itu sudah bernilai ibadah. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim). Jadi membuat resolusi untuk memperbaiki diri adalah sesuatu yang positif dan bernilai pahala.
Pada hakekatnya, perubahan tidak harus menunggu pergantian tahun. Islam tidak menentukan pergantian tahun Masehi atau Hijri sebagai syarat perubahan. Yang dianjurkan adalah bertaubat kapan saja, memperbaiki diri secara berkelanjutan, dan tidak menunda amal baik. Namun menggunakan momentum pergantian tahun sebagai motivasi tidak dilarang, selama tidak diyakini sebagai ibadah khusus.
Jika isi resolusi sesuai syariat, maka itu sah-sah saja. Resolusi boleh mencakup peningkatan ibadah (sholat, sedekah, zikir), memperbaiki akhlak, memperbaiki hubungan dengan keluarga, mengurangi maksiat, memperbaiki kesihatan dan disiplin hidup, meningkatkan ilmu.