Kau Tak Akan Lepas Darinya Hingga Terhapus Seluruh Dosamu

Kau Tak Akan Lepas Darinya Hingga Terhapus Seluruh Dosamu
Sumber :
  • Yuni Retnowati
<
img_title Integritas Teruji, Pengelola Zakat Tetap Fokus Mengutamakan Masyarakat
p style="text-align: left;">
img_title Kios Servis Shockbreaker di Cibungbulang Terbakar, Api Diduga akibat Korsleting
Bogor, VIVA Bogor – 
img_title Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Cetak Talenta Muda Siap Hadapi Era AI
Sadar atau tidak, dalam beberapa hal, justru orang-orang yang terdekat dalam hidup kita, bahkan orang-orang yang kita cintai dapat menjadi cobaan terbesar dalam hidup jika kita tidak pandai dalam menyikapinya. Yang perlu diingat bahwa seseorang akan mendapatkan ujian sebanding dengan kualitas imannya.

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa". (HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syekh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Kesabaran para nabi terwujud dalam berbagai ujian, seperti Nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun, Nabi Ibrahim yang diuji dengan dilempar api, dan Nabi Ayyub yang kehilangan harta serta keluarganya. Nabi Yusuf juga menunjukkan kesabaran dengan memilih penjara daripada maksiat, sementara Rasulullah SAW menunjukkan kesabarannya dalam menghadapi hinaan hingga berinteraksi baik dengan orang yang menyakitinya. 

Nabi Musa dengan penuh kesabaran pemimpin Bani Israel keluar Mesir, Nabi Dzulkifli menjalani hidup sederhana dan beribadah terus-menerus bahkan saat lelah setelah mengurus rakyatnya, sesuai dengan janjinya sebagai seorang raja. 

Demikianlah para nabi memberikan kita contoh dalam menghadapi ujian. Juga dikatakan dalam hadits di atas bahwa ujian terjadi berbanding lurus dengan kualitas agamanya. Para nabi diuji paling berat karena mereka memiliki kadar iman terbaik. Lalu siapa selanjutnya? Setelah nabi pasti yang juga diuji dengan ujian berat adalah orang-orang beriman dari masa apa pun. 

"La yukallifullahu nafsan illa wus'aha" adalah penggalan dari Surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ayat ini menegaskan bahwa setiap cobaan atau tanggung jawab yang diberikan Allah sesuai dengan kemampuan hamba-Nya, serta menjadi pengingat untuk tidak berputus asa dan senantiasa berusaha. 

Halaman Selanjutnya
img_title