Gempa M4,3 Guncang Cianjur, Getaran Dirasakan Warga Puncak Bogor
- Dok: Rizal
Kabupaten Boogr, VIVA Bogor – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2026. Getarannya turut dirasakan masyarakat di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Kepala Stasiun BMKG Citeko, Fatuhri, mengatakan berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M4,3 dengan episenter berada pada koordinat 6,91 Lintang Selatan dan 107,10 Bujur Timur.
“Episenter gempa bumi terletak di darat, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada kedalaman 4 kilometer,” ujar Fatuhri, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal. Gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Puncak Bogor dan Cianjur. Berdasarkan skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI), kedua wilayah tersebut merasakan getaran pada skala III-IV MMI.
Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah. Guncangan juga dapat membuat masyarakat merasakan seolah-olah terjadi getaran akibat kendaraan besar yang melintas.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelas Fatuhri.
Selain Puncak Bogor dan Cianjur, getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lainnya dengan intensitas berbeda.
Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warungkondang, Cimahi, dan Cilaku merasakan gempa dengan skala II-III MMI.
Sementara itu, di Kota Bandung, Cibubur, dan Sukaraja, gempa dirasakan dengan skala II MMI. Pada tingkat intensitas tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan setelah kejadian tersebut. Masyarakat di wilayah yang merasakan getaran diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Hingga pukul 18.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
“Hingga pukul 18.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” tandas Fatuhri.