B-Smart CORPU Resmi Diluncurkan, Jadi Senjata Pemkot Bogor Hadapi Defisit Pegawai
- Istimewa
Bogor, VIVABOGOR – Keterbatasan jumlah aparatur mendorong Pemerintah Kota Bogor mempercepat transformasi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui Forum Konsultasi Publik (FKP), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor resmi memperkenalkan Bogor Smart Corporate University (B-Smart CORPU) sebagai sistem pembelajaran terintegrasi untuk mencetak aparatur yang adaptif di era digital sekaligus menjawab ancaman defisit pegawai.
Forum yang digelar di Ballroom Hotel Onih, Kota Bogor, Rabu (15/7/2026) itu mengusung tema "Mewujudkan Pengembangan Kompetensi secara Terintegrasi Melalui (B-Smart) Bogor Smart Corporate University (CORPU)" dengan tagline "Belajar, Bertumbuh, Berdampak".
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Ketua PGRI, perwakilan PT Taspen, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, akademisi, serta kalangan dunia usaha.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa permasalahan SDM merupakan hal krusial yang saat ini dihadapi oleh organisasi manapun, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.
Saat ini, Kota Bogor tengah dihadapkan pada situasi pelik berupa pembatasan pengangkatan pegawai baru, di tengah tingginya angka aparatur yang memasuki masa pensiun.
"Salah satu masalah yang paling krusial hari ini adalah semakin sulitnya kita meminta tambahan pegawai melalui berbagai kanal. Sebagai contoh, di sektor pendidikan, ada sekitar 12 hingga 240 guru yang pensiun. Namun, kuota pengganti yang kita peroleh sangat terbatas, hanya sekitar 30 sampai 40 orang untuk berbagai bidang. Akhirnya, kita harus benar-benar memilih skala prioritas," ucapnya.
Ia menyebut, ancaman defisit pegawai dan dinamika era digital menuntut adanya metode kerja baru.
Pemerintah Kota Bogor berkomitmen mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memangkas birokrasi konvensional berbasis kertas menuju sistem digitalisasi penuh, mulai dari urusan surat-menyurat hingga penyusunan program berbasis Internet Security System.
Ke depan, masih kata Dedie, penyusunan anggaran tidak lagi didasarkan pada kebiasaan tahun lalu, melainkan berbasis pada sistem indikator kinerja yang terukur melalui aplikasi digital.
"Melalui B-Smart CorpU ini, ASN Kota Bogor dipacu untuk terus belajar agar memiliki kompetensi yang relevan. Saya juga mengapresiasi kompetensi ASN Kota Bogor yang relatif lebih unggul dibanding daerah lain," jelasnya.