Camat Tanjungsari Ajak Desa Bersih, Berdayakan Potensi Lokal Sambut HUT RI
- Dok: Dedi Ruswandi
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Tanjungsari mengajak seluruh pemerintah desa untuk memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus memberdayakan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Camat Tanjungsari, Totok Supriadi, saat memimpin rapat koordinasi bersama para kepala desa, perangkat desa, RT/RW, serta unsur terkait di wilayah Kecamatan Tanjungsari pada Selasa 14 Juli 2026. Dalam rapat itu, sejumlah program prioritas dibahas, mulai dari penanganan sampah, kebersihan lingkungan, persiapan HUT Kemerdekaan RI, hingga pengembangan potensi masyarakat.
Totok menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pengawasan terhadap titik-titik yang rawan dijadikan lokasi pembuangan sampah liar perlu dilakukan secara rutin agar lingkungan tetap bersih dan tertata.
Ia meminta patroli dilakukan, terutama pada malam hari, di sejumlah lokasi yang telah ditentukan untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan.
Selain persoalan sampah, Camat juga menyoroti keberadaan tembok-tembok yang dipenuhi coretan. Ia meminta agar tembok tersebut dicat ulang menggunakan warna merah putih sebagai simbol penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus sebagai upaya mencegah aksi vandalisme.
"Kita harus menjaga lingkungan bersama. Kalau ada saluran air tersumbat atau ditemukan pembuangan sampah liar, segera dokumentasikan menggunakan telepon genggam dan laporkan agar dapat segera ditindaklanjuti," ujar Totok.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala desa untuk menggerakkan ketua RT dan RW agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kecamatan Tanjungsari bersama pemerintah desa akan melaksanakan gotong royong massal dan penyisiran di sepanjang jalur wilayah kecamatan.
Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi titik-titik pembuangan sampah liar sekaligus lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hasil penyisiran nantinya akan dijadikan bahan evaluasi dalam menentukan lokasi pengolahan sampah serta menyusun langkah penanganan yang lebih efektif. Pengangkutan sampah juga akan dilakukan secara bertahap menggunakan kendaraan operasional yang tersedia.
Selain membahas kebersihan lingkungan, Totok juga mengingatkan seluruh perangkat desa agar segera melengkapi administrasi pencairan bantuan sesuai ketentuan yang telah disampaikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).