Debit Air Bendung Katulampa Capai 0 Sentimeter, Petugas Pastikan Irigasi Masih Aman
- Dok: Hayisra
Kota Bogor, VIVA Bogor – Menyusutnya debit air akibat musim kemarau mulai terlihat jelas di Bendung Katulampa, Kota Bogor. Berdasarkan pantauan sejak Selasa, 14 Juli 2026 malam hingga Rabu, 15 Juli 2026, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa tercatat menyentuh angka 0 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat aliran utama Sungai Ciliwung tampak jauh berbeda dibandingkan biasanya. Permukaan dasar sungai di sekitar bendung mulai terlihat karena debit air mengalami penyusutan yang cukup drastis.
Meski demikian, petugas memastikan kondisi tersebut masih berada dalam kategori normal untuk musim kemarau dan belum mengganggu pasokan air irigasi yang dialirkan ke kawasan pertanian.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, membenarkan bahwa TMA Sungai Ciliwung mulai stabil di angka 0 sentimeter sejak Selasa malam.
Ia menjelaskan, sebelumnya tinggi muka air masih mengalami fluktuasi. Dalam beberapa hari terakhir, TMA sempat berada di angka 10 sentimeter, kemudian turun menjadi 0 sentimeter selama satu hingga dua jam sebelum kembali naik.
"Untuk 0 sentimeter itu dari semalam saja. Kemarin-kemarin masih ada 10 sentimeter, beberapa hari memang pernah 0, cuma ada satu sampai dua jam, terus naik 10 lagi, 0 lagi begitu," ujar Muhammad Alwan saat ditemui di Bendung Katulampa, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, menyusutnya debit air di aliran utama Sungai Ciliwung merupakan dampak dari minimnya curah hujan di wilayah hulu selama beberapa waktu terakhir.
Meski dasar sungai tampak mengering, Alwan memastikan kondisi tersebut belum memengaruhi pasokan air untuk kebutuhan irigasi.
Ia menjelaskan bahwa aliran air yang disalurkan melalui Saluran Induk Katulampa atau Pintu Intake Kalibaru masih berada dalam kondisi aman sehingga kebutuhan irigasi tetap dapat terpenuhi.
"Sebagian besar mungkin yang di atas (hulu) sana ada banyak sumur warga yang kekeringan. Tetapi kalau di sini untuk kondisi irigasi masih aman, cuma TMA Ciliwungnya saja yang kosong," jelasnya.
Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa, 14 Juli 2026, tinggi muka air di pintu intake irigasi masih tercatat berada di level 40 sentimeter.
Sementara itu, debit air yang tersedia untuk dialirkan melalui saluran irigasi mencapai 3.460 liter per detik, sehingga pasokan air bagi kawasan yang dilayani masih dalam kondisi aman.