Ibu Tunggal di Puncak Bogor Terpaksa Naik Bus ke RSCM Antar Anak Sakit Keras karena Tak Dapat Ambulans
- Dok: Doni
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Keterbatasan akses transportasi medis memaksa seorang ibu tunggal asal Kampung Babakan RT 003 RW 001, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, membawa anaknya yang sakit keras ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, menggunakan angkutan umum.
Perjuangan berat itu kembali dialami Windari Kurniasih saat harus membawa putranya menjalani pengobatan rutin ke RSCM. Meski kondisi sang anak membutuhkan penanganan medis dan pendampingan khusus, Windari mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan bus karena tidak kunjung mendapatkan layanan ambulans.
Situasi semakin sulit karena sejak dini hari anaknya mengalami demam tinggi yang disertai kejang-kejang. Dalam kondisi tersebut, Windari harus tetap berupaya membawa sang anak ke rumah sakit rujukan agar mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Menurut Windari, obat yang diperlukan anaknya hanya tersedia di RSCM. Karena itu, perjalanan dari kawasan Puncak Bogor menuju Jakarta tetap harus dilakukan meski dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.
Anak Windari diketahui menderita sejumlah penyakit serius yang membutuhkan perawatan dan pemantauan jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah hidrosefalus, meningitis, cerebral palsy, gizi buruk, dan spina bifida. Kondisi tersebut membuat sang anak harus menjalani pengobatan secara rutin di RSCM.
Bagi Windari, perjuangan membawa anaknya menggunakan transportasi umum bukanlah pengalaman yang baru. Selama kurang lebih lima tahun terakhir, ia telah berulang kali menempuh perjalanan menuju Jakarta menggunakan angkutan umum demi memastikan anaknya tetap mendapatkan pengobatan.
"Sebagai ibu tunggal, hal ini sangat berat buat saya. Namun, yang utama adalah kesembuhan anak saya," ujar Windari, Sabtu 27 Juni 2026.
Di balik perjuangannya, Windari juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi yang tidak ringan. Ia mengaku kerap berhemat secara ekstrem ketika mendampingi anaknya menjalani perawatan di rumah sakit. Prioritas utamanya adalah memastikan seluruh kebutuhan pengobatan sang buah hati tetap terpenuhi.
"Sering saya menahan lapar ketika anak saya dirawat di RSCM. Saya hanya minum air putih karena uang yang saya pegang hanya cukup untuk kebutuhan pasien," ungkapnya.
Meski harus menghadapi berbagai kesulitan, Windari tetap berusaha menjalani semuanya dengan penuh ketabahan. Sebagai seorang ibu, ia tidak ingin menyerah dalam memperjuangkan kesehatan anaknya, meskipun proses pengobatan yang harus dijalani berlangsung dalam waktu yang panjang.