Sungai Jogjogan di Puncak Dipenuhi Sampah, Warga Keluhkan Lingkungan Kumuh
- Dok: Rizal
Kbupaten Bogor, VIVA Bogor – Kondisi aliran Sungai Jogjogan di Kampung Sela, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga. Sungai yang terhubung dengan aliran Sungai Ciliwung tersebut kini dipenuhi sampah di sejumlah titik.
Tumpukan sampah dinilai mengganggu kebersihan sekaligus membuat lingkungan terlihat kumuh. Kondisi ini menjadi perhatian warga karena lokasi sungai berada di kawasan Puncak yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Bogor.
Warga setempat, M. Budi, mengatakan tumpukan sampah cukup terlihat di wilayah RT 04/03. Salah satu titik yang cukup memprihatinkan berada di depan SMK Al-Ikhlas.
“Tepatnya di depan SMK Al-Ikhlas, alirannya dari belakang Kantor Desa Jogjogan sampai ke Kampung Sela. Sekarang banyak sampah,” ujar Budi, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Budi, kondisi aliran sungai semakin memprihatinkan karena terdapat peternakan ayam yang berada persis di dekat sungai. Keberadaan tumpukan sampah ditambah kondisi lingkungan sekitar membuat aliran sungai terlihat tidak terawat.
Ia menyayangkan kondisi tersebut karena kawasan Cisarua, khususnya Puncak, selama ini dikenal sebagai daerah wisata yang banyak dikunjungi masyarakat.
“Tidak enak dilihatnya. Padahal ini kawasan Puncak, tapi sungainya banyak sampah,” keluhnya.
Terpisah, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Hendry Iskandar, mengatakan pihaknya akan menerjunkan petugas untuk mengecek kondisi sekaligus menangani sampah di aliran Sungai Jogjogan.
Namun, Hendry menegaskan pengangkutan sampah oleh petugas DLH bukan menjadi solusi utama. Menurutnya, persoalan sampah di sungai harus ditangani bersama dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa.
Ia mendorong warga untuk melakukan operasi bersih secara rutin sehingga sampah tidak kembali menumpuk setelah dilakukan pengangkutan.
“Masyarakat seharusnya digerakkan untuk operasi bersih. Kalau diangkut terus dengan DLH, tidak akan pernah selesai dan tidak ada efek jera,” tegas Hendry.
Selain mengajak masyarakat, Hendry juga meminta pemerintah desa setempat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan. Terlebih, lokasi aliran sungai tersebut berada tidak jauh dari Kantor Desa Jogjogan.
Menurutnya, kebersihan lingkungan di sekitar sungai perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan dari pemerintah daerah.