Menteri LH Tinjau PPLI Bogor, Dorong Limbah B3 Bisa Dilacak dari Hulu hingga Hilir

Menteri LH Jumhur Hidayat meninjau PPLI Bogor dan mendorong pengelolaan limbah B3 yang transparan, terlacak, taat aturan
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau fasilitas pengelolaan limbah PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

img_title Rudy Susmanto Fokus Bangkitkan Malasari, PPLI Perkuat Pelestarian Alam dan Sejarah Bogor

Menteri LH Jumhur Hidayat meninjau PPLI Bogor dan mendorong pengelolaan limbah B3 yang transparan, terlacak, taat aturan

Photo :
  • Istimewa

Dalam kunjungan tersebut, Jumhur mendorong pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dilakukan secara terintegrasi dengan sistem keterlacakan atau traceability dari hulu hingga hilir.

img_title Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Bogor Apresiasi Gerakan Hijau PPLI dan 500 Bibit Pohon

Menurut Jumhur, pengelolaan limbah B3 tidak cukup hanya memastikan limbah sampai ke fasilitas pengolahan. Setiap tahapan harus dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan, mulai dari sumber limbah, jumlah yang dihasilkan, proses pengiriman, penerimaan, pengolahan, hingga pengelolaan residu pada tahap akhir.

“Setiap limbah harus dapat dijawab dari mana asalnya, berapa jumlahnya, ke mana dikirim, bagaimana dikelola, berapa hasilnya, berapa residunya, dan ke mana residu tersebut berakhir,” kata Jumhur.

img_title Sambut Iduladha, PPLI Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Desa Nambo dan Bantarjati

Ia menilai sistem keterlacakan penting untuk memastikan kesesuaian antara limbah yang dihasilkan dengan jumlah yang dikirim, diterima, diolah, hingga residu yang dihasilkan. Dengan begitu, tanggung jawab terhadap limbah tidak terputus di tengah proses.

Jumhur juga melihat pengalaman PPLI selama lebih dari tiga dekade sebagai salah satu referensi dalam pengelolaan limbah B3 secara terintegrasi. Fasilitas PPLI mencakup rangkaian pengelolaan mulai dari penerimaan, pengolahan, hingga pengelolaan residu.

“Dalam perjalanan industri pengelolaan limbah B3 di Indonesia, pengalaman PPLI dapat menjadi salah satu benchmark mengenai bagaimana pengelolaan limbah dilakukan secara terintegrasi dan bertanggung jawab dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Presiden Direktur PPLI menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, pengelolaan limbah tidak hanya berbicara mengenai jumlah limbah yang dapat diolah, tetapi juga bagaimana memastikan seluruh proses berlangsung aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

PPLI menyatakan siap mendukung pemerintah melalui pengalaman, teknologi, infrastruktur, dan sistem yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.

Di sisi lain, Jumhur menegaskan Indonesia telah memiliki berbagai regulasi terkait pengelolaan limbah B3. Tantangan ke depan, kata dia, adalah memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi dan menerapkan ketentuan tersebut secara konsisten.

Pengawasan dan penegakan hukum juga dinilai penting untuk memastikan pengelolaan limbah benar-benar berjalan sesuai aturan. Menurut Jumhur, pengawasan tidak boleh berhenti pada aspek administratif, tetapi harus melihat penerapannya di lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title