Limbah PTPN IV Diduga Cemari Sungai Cidurian, DLH Kabupaten Bogor Lakukan Penelusuran

DLH Kabupaten Bogor Lakukan Pengecekan Sungai Yang Terkena Limbah PTPN
Sumber :
  • Screenshot Lapor Bupati

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kondisi air Sungai Cidurian yang melintasi wilayah Kecamatan Cigudeg dan Jasinga, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan warga setelah berubah warna menjadi hitam pekat pada Kamis, 16 April 2026 lalu.

img_title 600 Warga Bogor Timur Meriahkan Lomba Rakyat HUT ke-81 RI

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah dari aktivitas pengolahan kelapa sawit milik PTPN IV PKS Cikasungka di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg.

Sungai Cikalong Kembali Tercemar di Duga Limbah Dari PTPN Cikasungka

Photo :
  • Doc. Supri

img_title Semarak HUT RI di Karyamekar, Warga Antusias Ikuti Beragam Lomba

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung melakukan pengawasan insidental dan verifikasi lapangan guna memastikan penyebab perubahan warna air sungai tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, DLH menemukan adanya longsoran di area eks kolam AMP 1 yang berpotensi meluap ketika debit air meningkat akibat curah hujan tinggi.

img_title AMBS Ajak Warga Puncak Bogor Jaga Jakarta, Tolak Provokasi Aksi 27 Agustus

“Sebagai langkah tindak lanjut, DLH Kabupaten Bogor memasang papan peringatan bertuliskan ‘Area ini dalam pengawasan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)’, serta mewajibkan penutupan eks kolam AMP 1. Pemerintah dan pihak terkait juga diminta menjaga kondusivitas di lokasi,” dikutip dari unggahan Instagram @LAPOR_PAKBUPATI pada Jumat, 21 Mei 2026.

DLH Kabupaten Bogor menegaskan pengawasan terhadap lokasi akan terus dilakukan guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, warga di bantaran Sungai Cikalong dan Sungai Cidurian mengaku fenomena air menghitam bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian serupa disebut telah terjadi beberapa kali, di antaranya pada Sabtu, 3 Januari 2026, Kamis, 16 April 2026, Selasa, 19 Mei 2026, dan Rabu, 20 Mei 2026.

Warga menduga limbah berasal dari aliran Sungai Cikalong yang bermuara ke Sungai Cidurian. “Pabrik sawit diduga membuang limbah ke Sungai Cikalong, yang kemudian mengalir ke Sungai Cidurian.

Wilayah yang terdampak di antaranya Kampung Toge, Kampung Cikalong, Kampung Tarikolot, Kampung Cikadu, dan Kampung Kalong Dagul,” ujar salah seorang warga kepada wartawan, Selasa , 19 Mei 2026.

Menurutnya, dampak pencemaran juga dirasakan warga di sepanjang aliran Sungai Cidurian, seperti di Kampung Kalong Sawah, Kampung Parung Sapi, hingga Kampung Muncang Sipak.

“Sebenarnya sudah lama terjadi hampir setiap bulan. Sekarang air sungai juga sudah tidak dipakai lagi karena limbah terus turun,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title