25 Menit di Sumur Sedalam 17 Meter, Ibu di Parung Berhasil Diselamatkan

Seorang ibu di Parung tercebur ke sumur sedalam 17 meter.
Sumber :
  • Dok: Fahri

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Suasana dini hari di Kampung Jabon Mekar, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, mendadak berubah mencekam. Seorang perempuan berusia 40 tahun tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter, Minggu, 23 Agustus 2026.

img_title Kapolsek Parung Jadi Pembina Upacara Hari Pramuka ke-65, Tekankan Pentingnya Karakter

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Korban diduga terpeleset ketika berada di sekitar bibir sumur hingga akhirnya jatuh ke dalam lubang dengan kedalaman belasan meter tersebut.

Laporan mengenai kejadian itu diterima petugas gabungan dari masyarakat sekitar pukul 01.30 WIB. Situasi yang darurat membuat proses penyelamatan harus segera dilakukan karena korban berada di dasar sumur dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan.

img_title Hari Keempat Pencarian Bayu Belum Berbuah Hasil, Tim Gabungan Bongkar Sampah di Dasar Cisadane

Tim Rescue Gabungan Damkar dan BPBD kemudian diberangkatkan dari Mako Cibinong sekitar pukul 02.09 WIB menggunakan Unit Rescue 01 F 9588 G. Sekitar 31 menit kemudian, tepat pukul 02.40 WIB, tim tiba di lokasi.

Sesampainya di lokasi, petugas Rescue Gabungan bersama personel Polsek Parung terlebih dahulu mengamankan area kejadian. Keluarga korban yang menunggu dalam kecemasan juga ditenangkan sembari petugas melakukan asesmen terhadap kondisi sumur dan korban.

img_title Hari Ketiga Pencarian ASN Bogor, Tim SAR Perluas Penyisiran hingga 1,2 Kilometer

Proses evakuasi tidak mudah. Sumur yang menjadi lokasi korban memiliki diameter sempit dengan kedalaman sekitar 17 meter. Kondisi udara di dalam sumur juga terbatas.

Di dasar sumur, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Petugas harus memperhitungkan kondisi tersebut sebelum melakukan proses pengangkatan.

“Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi korban maupun petugas,” ungkap salah seorang petugas Rescue Damkar.

Tim kemudian menggunakan sejumlah perlengkapan penyelamatan, di antaranya helm, sarung tangan, tripod, tali karmantel, sit harness, serta perlengkapan mountaineering.

Untuk mengangkat korban dari dasar sumur, petugas menerapkan teknik hauling system. Teknik tersebut dipilih karena dinilai lebih aman untuk kondisi medan yang sempit.

“Sistem pengangkatan bertahap ini dipilih karena dinilai paling aman untuk medan sesempit ini,” ujar M. Ridwan, Danru tim penyelamat.

Selama proses evakuasi, petugas bekerja dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi. Sekitar 25 menit proses penyelamatan berlangsung hingga akhirnya korban berhasil diangkat dari dasar sumur.

Halaman Selanjutnya
img_title