Kebun Raya Bogor Bikin Wisata Makin Seru, Bisa Belajar Tumbuhan Lewat Kelas Kreatif

Kebun Raya Bogor menghadirkan kelas edukasi kreatif untuk belajar tumbuhan secara langsung.
Sumber :
  • Istimewa

Kota Bogor, VIVA Bogor – Berwisata kini tak lagi sekadar menikmati pemandangan atau berfoto di sebuah destinasi. Pengalaman yang memberikan pengetahuan, keterampilan, sekaligus kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan mulai menjadi bagian penting dalam aktivitas wisata masyarakat.

img_title Bersuara Vol. 1 Hadir di Kebun Raya Bogor, Musik dan Piknik Menyatu dengan Alam

Melihat perkembangan tersebut, Kebun Raya Bogor terus mengembangkan konsep eduwisata berbasis pengalaman melalui berbagai kelas edukasi yang mengajak pengunjung mengenal tumbuhan dan lingkungan secara langsung.

Kebun Raya Bogor menghadirkan kelas edukasi kreatif untuk belajar tumbuhan secara langsung.

Photo :
  • Istimewa

img_title Sunset di Kebun Phase 2 Hadir di Kebun Raya Bogor, Musik Jadi Jembatan Kenalkan Alam

Beragam kelas ditawarkan dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kompos, propagasi tanaman buah atau mencangkok, tabulampot, kokedama, nepenthes, terrarium, platycerium, kultur jaringan, oshibana, hingga ecoprint.

Melalui kelas tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan fasilitator.

img_title Lomba 17-an di Kebun Raya Bogor Meriahkan HUT RI ke-81

Harga kelas edukasi dibanderol mulai dari Rp65.000 per peserta, belum termasuk tiket masuk Kebun Raya. Besaran biaya bergantung pada jenis aktivitas yang dipilih. Sementara itu, bahan dan perlengkapan praktik telah disiapkan oleh pengelola.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan pengembangan kelas edukasi merupakan bagian dari upaya menjadikan Kebun Raya sebagai ruang interaksi masyarakat dengan alam.

“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas. Kami ingin pengalaman tersebut dapat membangun pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap konservasi,” ujar Zaenal.

Menurut Zaenal, pendekatan berbasis pengalaman membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta dapat melihat langsung bagaimana tumbuhan diperbanyak, dirawat, dimanfaatkan, hingga diolah menjadi produk kreatif.

“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” katanya.

Belajar Mengubah Bunga Menjadi Karya Lewat Oshibana

Salah satu kelas yang menggambarkan konsep belajar melalui pengalaman adalah Oshibana. Seni asal Jepang ini memanfaatkan bunga dan dedaunan yang dikeringkan menggunakan teknik press untuk kemudian dijadikan sebuah karya.

Halaman Selanjutnya
img_title