Hafiz Al-Qur'an Asal Gaza Sampaikan Kesaksian Pilu di Bandung, Ucap Terima Kasih kepada Donatur Indonesia
- Dok: VIVA
Bandung, VIVA Bogor – Suasana haru menyelimuti acara yang digelar Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) ketika Hafiz Al-Qur'an asal Gaza, Syekh Motaz Harb Muhammad Haniyah, menyampaikan langsung kesaksian mengenai kondisi yang masih dialami masyarakat Palestina. Kehadirannya di Bandung menjadi momen untuk menyapa para pemangku kepentingan dan para donatur yang selama ini konsisten mendukung aksi kemanusiaan bagi warga Gaza.
Syekh Motaz merupakan salah satu alumni program Santri Penghafal Al-Qur'an DT Gaza. Berkat dedikasinya dalam menghafal Al-Qur'an, ia kini memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Madinah.
Dalam orasinya, Syekh Motaz menggambarkan situasi yang menurutnya masih dialami masyarakat Gaza. Ia mengatakan setiap hari masih ada warga yang menjadi korban akibat konflik yang berkepanjangan.
"Setiap hari ada yang syahid, setiap hari ada yang luka, setiap hari ada yang menderita. Ada sekitar 400 lebih yang menderita, 400 lebih yang syahid, dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka," ungkapnya.
Dengan penuh emosi, ia mempertanyakan alasan di balik penderitaan yang harus dialami masyarakat sipil. "Dosa apa mereka sehingga rumah-rumahnya dihancurkan? Dosa apa mereka sehingga dibunuh? Dosa apa mereka sehingga rumah mereka dibom?" tuturnya.
Syekh Motaz juga mengungkapkan bahwa kondisi di Gaza membuat komunikasi dengan keluarga maupun kerabat menjadi sangat sulit. Menurutnya, keterbatasan akses komunikasi membuat banyak kabar tidak dapat diperoleh secara cepat.
"Dengan kondisi seperti ini sangat sulit untuk berkomunikasi, sangat sulit berhubungan dengan teman-teman yang ada di Gaza, juga sangat sulit menghubungi keluarga yang berada di sana," katanya.
Ia turut menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai banyaknya korban dalam waktu singkat. Dalam satu hari, menurutnya, terdapat sekitar 120 orang yang gugur.
"Ini merupakan jumlah yang sangat besar dalam satu hari," ujarnya.
Syekh Motaz juga menepis anggapan bahwa konflik telah benar-benar berakhir. Menurutnya, meskipun beredar informasi bahwa perang telah usai, kenyataannya masih ada korban yang berjatuhan setiap harinya.
"Informasi yang beredar mengatakan perang sudah berhenti, tetapi dalam satu hari masih ada yang syahid dan masih ada yang meninggal," ucapnya.