Mengenali Gejala Post Holiday Blues Dan Cara Mengatasinya
- Yuni Retnowati
Bogor, VIVA Bogor – Liburan selalu menjadi sesuatu yang ditunggu apalagi jika liburan itu bersama orang-orang tersayang baik pasangan atau keluarga. Setelah menjalani rutinitas kerja yang melelahkan, liburan menjadi alternatif pelepas penat sementara agar tidak terjadi burn out akut yang mengakibatkan stres.
Liburan akhir tahun menjadi sesuatu yang sangat ditunggu sebab di momen itu tidak hanya orang tua bekerja yang mempunyai jadwal libur tapi terlebih lagi anak-anak sekolah.
Akan tetapi liburan selalu saja menjadi sesuatu yang terasa sebentar karena kenikmatan yang dirasakan. Sehingga tidak jarang para pekerja atau anak-anak mengalami sindrom post holiday blues.
Post holiday blues atau sindrom setelah liburan adalah perasaan murung, malas, atau kehilangan semangat setelah kembali ke rutinitas sehari-hari setelah liburan yang menyenangkan. Ini sangat umum terjadi dan biasanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.
Gejala Post Holiday Blues pada umumnya :
1. Mood turun atau merasa sedih
Merasa hampa, sedih, atau kecewa karena masa liburan sudah berakhir.
2. Sulit fokus dan menunda pekerjaan
Kembali ke rutinitas terasa berat, sering kehilangan konsentrasi.
3. Malas bangun pagi atau beraktivitas
Tubuh terasa lesu walau sudah cukup istirahat.
4. Merasa cemas atau stres
Memikirkan tumpukan pekerjaan atau tanggung jawab yang menanti.
5. Gangguan tidur atau pola makan berubah
Bisa jadi sulit tidur karena jam biologis berubah selama liburan.
6. Mudah tersinggung atau cepat lelah secara emosional
Hal kecil terasa lebih mengganggu dari biasanya.
Cara Mengatasinya
1. Berikan waktu untuk transisi
Jangan langsung menumpuk pekerjaan di hari pertama. Mulailah dengan tugas ringan dulu.
2. Pertahankan hal positif dari liburan
Misalnya: masak makanan yang kamu coba saat liburan, atau pajang foto liburan di meja kerja.
3. Atur pola tidur dan makan kembali normal
Tidur cukup dan makan sehat membantu tubuh menyesuaikan diri lagi.
4. Buat rencana kecil yang menyenangkan
Tidak harus liburan besar—bisa jalan sore, nonton film, atau makan di tempat favorit.
5. Olahraga ringan
Aktivitas fisik bisa meningkatkan hormon endorfin dan memperbaiki mood.