Simak Gejala Campak Tak Tertangani Hingga Risikonya

Ilustrasi campak pada anak./freepik
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VivaBogorGejala campak jika tidak tertangani dengan baik, pasien punya risiko terkena pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis). Itu semua adalah beberapa komplikasi serius dari campak dan punya risiko sebabkan kecacatan permanen hingga kematian.

img_title Kejar Target 80 Persen, Pemkot Bogor Percepat Cek Kesehatan Gratis bagi 227 Ribu Pelajar

Beberapa gejala campak seperti demam, batuk dan pilek sebelum berkembang menjadi ruam di seluruh tubuh. Itu juga timbulkan komplikasi serius.

Masyarakat pun diminta waspada soal gejala campak pada anak. Hal itu mampu menjadikan komplikasi serius pada kesehatan.

img_title Ratusan Siswa MAN 1 Kota Bogor Ikuti Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

“Gejala awal campak seringkali dianggap sepele karena mirip flu,” kata Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Dominicus Husada 

Pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri, katanya, dalam rangka menekan angka kasus pada usia anak telah mengeluarkan rekomendasi pemberian imunisasi campak-rubella (MR) atau MMR sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

img_title Cek Kesehatan Gratis, 500 Driver Gojek di Kota Bogor Jadi Sasaran

Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dengan vaksin MR, kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua pada usia 15 hingga 18 bulan.

Selanjutnya, anak dianjurkan untuk mendapatkan dosis ketiga atau booster pada usia 5 hingga 7 tahun. Orang tua dapat berkonsultasi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ia mengatakan jika anak belum menerima vaksin MR hingga usia 12 bulan, maka vaksin MMR dapat diberikan sebagai dosis pertama

Di Indonesia, dosis kedua diberikan dengan interval 6 bulan, lalu sekali lagi pada usia 5–7 tahun. Apabila anak telah divaksin MR di usia 9 bulan, maka vaksin MMR dapat diberikan sebagai vaksin booster di usia 18 bulan.

“Dengan mengikuti jadwal imunisasi secara lengkap, anak memiliki peluang lebih besar untuk terlindungi dari campak, serta berkurangnya risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat gondongan dan rubella,” katanya.

Dominicus menekankan orang tua dapat ikut serta dalam melakukan pencegahan penularan campak, dengan menghindari kontak langsung dengan penderita.

"Ingat, penyakit ini sangat menular, dan mudah menyebar bahkan ketika penderita bernapas," katanya.

Keluarga juga diharapkan dapat jaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk mencuci tangan secara rutin dan memastikan ventilasi ruangan tetap baik. Ketiga, tingkatkan daya tahan tubuh anak melalui pola hidup sehat seperti asupan gizi seimbang, cukup tidur, dan aktivitas fisik teratur.

Halaman Selanjutnya
img_title