Demi Agustusan, Warga Kampung Rawa Rela Mencangkul Sawah

Warga Kampung Rawa, Pamijahan, Bogor, rela mencangkul sawah secara borongan untuk mengumpulkan biaya Agustusan.
Sumber :
  • Dok: Fahri

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak selalu diwujudkan dengan kemeriahan besar. Di Kampung Rawa RT 02 RW 06, Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, warga memilih cara sederhana: mengumpulkan keringat dari sawah untuk membiayai perayaan kemerdekaan.

img_title Malam Syukuran HUT RI di Cibuluh Meriah, Warga Tampilkan Beragam Bakat

Di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih cukup sulit, puluhan warga justru menunjukkan kekompakan dengan turun langsung ke area persawahan pada Jumat 14 Agustus 2026 sejak pukul 06.00 WIB.

Mereka membawa berbagai peralatan pertanian, mulai dari cangkul, garpu, arit, hingga golok. Dengan alat seadanya, warga bahu-membahu mengolah enam kotak lahan sawah yang ditanami ubi dan padi milik warga.

img_title Semarak HUT RI di Karyamekar, Warga Antusias Ikuti Beragam Lomba

Kerja bakti tersebut bukan sekadar kegiatan membersihkan atau mengolah lahan. Warga menjalankannya dengan sistem borongan untuk mendapatkan upah yang kemudian dikumpulkan sebagai biaya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketua RT 02 RW 06 Desa Gunung Bunder 2, Sama Samhong, mengatakan gagasan tersebut muncul setelah warga bermusyawarah untuk menentukan cara memperingati Agustusan. Keinginan untuk menggelar berbagai kegiatan ada, tetapi keterbatasan biaya menjadi salah satu kendala.

img_title HUT ke-81 RI, Warga Saffron Apartemen Sentul City Semarakkan Lomba

“Kami tidak punya banyak uang, tetapi kami punya tenaga dan semangat,” ujar Samhong.

Menurutnya, warga kemudian mendapat tawaran untuk mengerjakan pekerjaan mencangkul sawah secara borongan. Kesempatan tersebut langsung disambut warga karena hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membiayai rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di Kampung Rawa.

“Meski kondisi ekonomi agak sulit, tetapi warga kampung kami punya semangat tinggi untuk memperingati HUT RI. Makanya masyarakat kompak kerja bakti borongan dan uangnya untuk peringatan Agustusan,” jelasnya.

Puluhan warga pun memilih turun bersama ke sawah. Tidak ada kemewahan dalam kegiatan tersebut. Hanya hamparan lahan, peralatan pertanian, dan tenaga warga yang digunakan untuk mewujudkan keinginan sederhana agar suasana kemerdekaan tetap terasa di kampung mereka.

Bagi warga Kampung Rawa, peringatan kemerdekaan bukan sekadar memasang bendera atau menggelar perlombaan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat persatuan sekaligus mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

“Hari kemerdekaan adalah hari bersejarah. Harus terus diperingati, disyukuri, diisi dengan rasa kebahagiaan, persatuan, kekompakan, dan kegembiraan,” tegas Samhong.

Halaman Selanjutnya
img_title