Malam ke-21 Ramadhan: Peluang Datangnya Lailatul Qadr di Sepuluh Malam Terakhir
- Istimewa
Kota Bogor, VIVA Bogor – Umat Islam kini telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah fase yang memiliki keutamaan sangat besar dalam ajaran Islam. Pada periode ini, kaum muslimin dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Dalam berbagai riwayat hadis dijelaskan bahwa Rasulullah menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kesungguhan tersebut bahkan melebihi ibadah beliau pada hari-hari lainnya di bulan suci.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Muslim:
كان النبي صلى الله عليه وسلم يجتهد في العشر الأواخر ما لايجتهد في غيره
“Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah lebih giat beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.”
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah semakin meningkatkan ibadahnya. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai bentuk ibadah, memperbanyak shalat malam, serta membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Ulama besar Syaikh Shalih Al-Utsaimin dalam kitab Al-Majalis fi Syahri Ramadhan menjelaskan bahwa kesungguhan Nabi pada sepuluh hari terakhir tidak hanya terbatas pada satu jenis ibadah saja. Beliau memperbanyak berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, bersedekah, hingga melakukan i’tikaf di masjid.
I’tikaf sendiri merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan fokus beribadah kepada Allah. Amalan ini menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Kesungguhan dalam beribadah pada periode ini juga berkaitan erat dengan upaya meraih keutamaan malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadr.
Malam Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat mulia, bahkan disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya.
Rasulullah bersabda:
تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
“Carilah Lailatul Qadr di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa malam tersebut lebih berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.