Api Masih Menyala, Distribusi Sampah ke TPAS Galuga Mulai Beroperasi
- Dok: Firmansyah
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Pasca terjadinya kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, puluhan truk sampah sempat menumpuk di terminal sementara pada Rabu, 9 September 2026.
Meski kobaran api di kawasan TPAS Galuga belum sepenuhnya padam, layanan pendistribusian sampah mulai kembali berjalan. Langkah tersebut dilakukan agar sampah dari masyarakat tidak terus menumpuk di permukiman maupun fasilitas publik.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, keputusan untuk kembali menjalankan layanan distribusi sampah merupakan hasil rapat evaluasi bersama Pemerintah Kota Bogor. Menurutnya, pelayanan persampahan tetap harus berjalan meskipun kondisi di kawasan TPAS Galuga masih dalam penanganan.
“Kami pun tadi sudah menyepakati pengelolaan sampah harus terus berjalan, maka ada beberapa titik lokasi yang mana sampah yang bersumber dari Pemerintah Kota Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor dapat mulai dibuang di tempat pengelolaan sampah Galuga,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, kondisi kebakaran yang terjadi di area lahan milik Pemerintah Kota Bogor memang belum sepenuhnya tertangani. Namun, distribusi sampah tidak dapat dihentikan terlalu lama karena berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di berbagai lokasi.
Menurut Rudy, keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya mencari solusi bersama agar persoalan sampah tetap dapat ditangani di tengah kondisi TPAS Galuga yang masih terdampak kebakaran.
“Tadi kami menyepakati bahwa kalaupun tidak bisa membuang di wilayah Kota Bogor, sama halnya Kabupaten Bogor pada saat tidak dapat digunakan bisa membuang di Kota Bogor, sehingga kita berkomitmen bersama-sama pelayanan terhadap masyarakat jangan sampai terganggu,” katanya.
Dengan kesepakatan tersebut, pengelolaan dan pendistribusian sampah dari wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor diharapkan tetap berjalan. Pengaturan titik pembuangan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga agar pelayanan persampahan tidak terhenti.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena aktivitas pengangkutan sampah harus terus dilakukan dari sumbernya. Puluhan truk yang sebelumnya menunggu di terminal sementara menunjukkan adanya kebutuhan untuk segera mengatur kembali alur distribusi sampah setelah kebakaran terjadi.