Api Berhasil Padam di TPAS Galuga, Warga dan Pemkab Bogor Gelar Doa Bersama

Warga bersama perangkat daerah menggelar doa dan tasyakuran sebagai bentuk syukur setelah api padam..
Sumber :
  • Dok: Fimansyah

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kobaran api yang membakar Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, akhirnya berhasil dipadamkan. Setelah proses pemadaman selesai, warga bersama perangkat daerah Kabupaten Bogor menggelar doa bersama dan tasyakuran pada Selasa, 15 September 2026.

img_title Pembangunan di Sempadan Setu Tonjong Diprotes Warga, Satpol PP Hentikan Sementara Kegiatan

Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur setelah upaya pemadaman kebakaran TPAS Galuga berlangsung hingga api berhasil dikendalikan. Kegiatan itu juga menjadi momentum bagi warga dan pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran untuk memanjatkan doa agar tidak terjadi kembali kejadian serupa.

Kepala Desa Galuga Endang Sujana mengatakan, kegiatan doa bersama dilakukan sebagai bentuk syukur atas proses pemadaman yang berjalan tanpa hambatan berarti.

img_title Jalan Kabupaten di Leuwiranji Rusak Parah, Perbaikan 780 Meter Ditargetkan pada 2027

"Kita mengadakan tawasul kepada karuhun-karuhun atau tokoh-tokoh yang ada di Desa Galuga. Nah, kami bermunajat kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan api yang membakar TPA Galuga ini cepat padam," ujarnya.

Menurut Endang, Desa Galuga memiliki sejarah panjang dan dikenal sebagai wilayah yang memiliki sejumlah tokoh serta pejuang yang dihormati masyarakat. Karena itu, kegiatan tawasul juga dilakukan dengan menyebut sejumlah nama tokoh yang dianggap memiliki kaitan dengan sejarah wilayah tersebut.

img_title Maling Motor di Rumpin Babak Belur Dihajar Massa, Korban Terseret hingga 1,5 Kilometer

"Tadi kami mengadakan tawasul, kebetulan di Galuga ini ada tokoh besar. Ini kalau dikaitkan dengan Kerajaan Pajajaran, ini nyambung," bebernya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan pengenangan terhadap para tokoh serta pejuang yang telah berjasa di wilayah Galuga.

Endang menyebut sejumlah nama yang didoakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Raden Jaya Sungkara dari Gunung Galuga, Mbah Raden Surantaka, Mbah Leang, dan Mbah Malim. Selain itu, terdapat sejumlah alim ulama yang disebut sebagai tokoh penggerak agama Islam di wilayah Galuga.

"Karena tamu tadi bertawasul kepada Raden Jaya Sungkara yang dari Gunung Galuga, yang kedua Mbah Raden Surantaka, Mbah Leang, ke Mbah Malim. Adapun tokoh-tokoh yang lainnya di sini banyak alim ulama yang memang tokoh penggerak agama Islam. Tadi kita sebutkan ada kurang lebih empat belas tokoh yang ada di Galuga," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title