Stunting dan Pernikahan Dini di Bogor, Program BRUS Siapkan Remaja Hadapi Masa Depan
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Upaya menekan angka stunting dan pernikahan dini terus dilakukan melalui pendekatan edukatif. Salah satunya digelar oleh Yonpomad Puspomad yang berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag), LAZ Rabbani, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Sekolah Digital Bisnis melalui program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Kamis, 2 April 2026.
Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMA dan sederajat di wilayah Kecamatan Jonggol dan Cariu, Kabupaten Bogor. Tujuannya membekali remaja dengan pemahaman tentang kesiapan menikah, bahaya pernikahan dini, serta pencegahan stunting sejak dini.
Komandan Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat (Danyonpomad), Letkol Cpm Mochamad Nurul Ichsan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam membangun generasi muda yang lebih baik.
"Kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah, alhamdulillah, dilaksanakan di Yonpomad. Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi antara satuan Yonpomad dengan Kementerian Agama Kabupaten Bogor serta Lembaga Amil Zakat Rabbani yang bersama-sama berkomitmen untuk membantu masyarakat, khususnya usia sekolah di wilayah atau sekitar Yonpomad, agar ke depannya bisa lebih baik, lebih bermartabat, dan memiliki akhlak yang mulia," kata Mochamad Nurul Ichsan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi terkait pernikahan sejak dini agar remaja memiliki kesiapan mental dan pengetahuan sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.
Menurut Mochamad, persoalan pernikahan usia dini perlu mendapat perhatian serius. Ia menegaskan bahwa pernikahan harus dipersiapkan dengan bekal pengetahuan yang matang. Remaja membutuhkan referensi, ilmu, dan pengalaman dari para narasumber agar memiliki gambaran yang jelas dalam menentukan masa depan, termasuk dalam memutuskan usia menikah serta kesiapan untuk menjalani pernikahan tersebut.
Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah
- Istimewa
Fokus pada Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting
Program ini tidak hanya membahas soal pernikahan, tetapi juga dikaitkan langsung dengan isu stunting yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Bogor. Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Farid, menilai langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah masalah terjadi.
"Daripada kita kuratif, lebih baik kita preventif. Ini yang kami lakukan. Ini adalah kick-off, trial pertama kali kita lakukan di Kabupaten Bogor. Kami berharap ini bisa kita perluas lagi. Kami juga sangat bahagia ada perwakilan dari Kementerian Agama pusat, karena harapannya ini bisa gaungnya terdengar secara nasional," kata Muhammad Farid.