Rembug Stunting Pasirtanjung Perkuat Pencegahan dan Penanganan Sejak Dini

Rembug Stunting Desa Pasirtanjung 2026 memperkuat pencegahan stunting melalui pendataan sasaran, pemantauan Posyandu, edukasi gizi
Sumber :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kabupaten bogor, VIVA Bogor – Pemerintah Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar Rembug Stunting Tingkat Desa Tahun 2026, Senin 31 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Desa Pasirtanjung.

img_title Kios Servis Shockbreaker di Cibungbulang Terbakar, Api Diduga akibat Korsleting

Rembug Stunting Desa Pasirtanjung 2026 memperkuat pencegahan stunting melalui pendataan sasaran, pemantauan Posyandu, edukasi gizi

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kegiatan dihadiri berbagai unsur yang berkaitan dengan kesehatan dan pemerintahan, mulai dari Pemerintah Desa Pasirtanjung, Rizal Baharudin Zen selaku PAW Kepala Desa Pasirtanjung, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, hingga unsur kesehatan dan Pemerintah Kecamatan Tanjungsari.

img_title Kadis Damkar Ungkap Dugaan Awal Kebakaran TPA Galuga, Berasal dari Kebun Warga

Turut hadir Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, Dr. Hj. Latifah Hany, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tanjungsari, Dading, serta para kader Posyandu.

Rembug Stunting menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu dan balita, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga langkah strategis untuk mencegah stunting sejak dini.

img_title Kebakaran TPA Galuga Mulai Terkendali, Titik Api Masih Terlihat di Bagian Utara

Dalam forum tersebut, Dading menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar penanganan dapat berjalan secara terintegrasi dan menyasar keluarga yang membutuhkan.

“Pencegahan stunting terintegrasi pada data sasaran keluarga berisiko stunting, ibu hamil, dan balita gizi kurang,” ujar Dading.

Menurutnya, ketersediaan data sasaran menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan intervensi. Dengan data yang tepat, program pencegahan dan penanganan diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan sedini mungkin. Salah satunya melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu.

Pemantauan tersebut menjadi penting agar kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat diketahui sejak awal. Selain itu, keluarga juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pola asuh serta kebutuhan gizi anak.

Dalam upaya pencegahan stunting, peran kader Posyandu menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan. Mereka berada dekat dengan masyarakat dan berinteraksi langsung dengan keluarga, khususnya ibu, bayi, dan balita.

Kader dapat membantu melakukan pemantauan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.

Pemenuhan nutrisi bagi balita serta perhatian terhadap kesehatan ibu hamil juga menjadi bagian dari upaya yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title