Pemkot Bogor dan Menteri BKKBN Tinjau Program Dashat, Dapur Sehat Atasi Stunting Berbasis Warga

Pemkot Bogor dan Menteri BKKBN meninjau uji coba program Dashat
Sumber :
  • Dok: Abizar

Kota Bogor, VIVA Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau langsung pelaksanaan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung KB RT 05 RW 02, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu 28 Januari 2026.

img_title Tak Gengsi Jadi Juru Parkir, Eneng Siti Nur Alam Berjuang Hidupi Dua Anak: yang Penting Halal

Pemkot Bogor dan Menteri BKKBN meninjau uji coba program Dashat

Photo :
  • Dok: Abizar

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Bogor Jaenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, jajaran kepala perangkat daerah terkait, serta tim dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

img_title Pemkot Bogor Seleksi 312 Calon Jukir, Hanya 30 Orang Diterima pada Tahap Pertama

Menteri Wihaji menjelaskan, program Dashat merupakan program uji coba selama dua bulan yang dilaksanakan di Kota Bogor sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Program ini namanya Dashat, Dapur Anak Sehat Atasi Stunting. Ini masih uji coba selama dua bulan di Kota Bogor untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujar Wihaji kepada awak media.

img_title Wawalkot Bogor Janji Perketat Razia Pengamen Pemaksa Uang di Angkot Menuju Stasiun

Ia menegaskan bahwa Dashat berbeda dengan program MBG. Jika MBG bersifat terpusat, Dashat justru dikelola langsung oleh masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Dashat, dengan pendampingan tenaga ahli gizi dari Puskesmas.

“Dashat ini di luar MBG. Dikelola oleh ibu-ibu di lingkungan setempat dengan pendampingan ahli gizi, supaya asupan makanannya benar-benar sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Menurut Wihaji, terdapat tiga semangat utama dalam pelaksanaan uji coba program Dashat. Pertama, memastikan menu makanan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang memiliki kebutuhan gizi berbeda dengan anak usia sekolah.

“Kita uji coba agar menu untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD benar-benar berbeda, karena kebutuhan gizinya juga tidak sama,” katanya.

Kedua, Dashat ditujukan untuk menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya terlayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG), terutama wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Ada wilayah-wilayah yang belum ter-cover SPBG, terutama daerah terpencil dan pulau terluar. Ini nanti akan kita diskusikan dengan Badan Gizi Nasional, apakah Dashat bisa menjadi solusi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title