Peran Penting Lingkungan Keluarga yang Harmonis

Ilustrasi Keluarga
Sumber :
  • AI Generated / Dok. AI via Gemini

JAKARTA, VIVABOGOR –Lingkungan keluarga yang harmonis punya peran penting dukung perkembangan anak, utamanya secara psikologis.

img_title Bijak Bermedia Sosial, Kunci Sukses Generasi Muda Ala Ario Danu

Saat kondisi rumah tangga tidak harmonis hingga membuat anak punya pengalaman masa kecil yang diwarnai konflik atau kekerasan dalam keluarga, punya potensi alami tekanan psikologis yang bisa jadi pemicu yang punya pengaruh penyimpangan seksual anak di masa depan.

"Mungkin waktu kecil si anak itu melihat bapaknya melakukan kekerasan terhadap ibunya sehingga dia merasa 'aku harus membela ibu, aku sama dengan ibu'. Karena itu dalam mendidik anak, keharmonisan keluarga harus diperhatikan,” ujar Pakar Andrologi, Seksologi, dan Anti Aging dari Universitas Udayana Prof Wimpie Pangkahila.

img_title Membentengi Ruang Keluarga dari Algorithmic Warfare, Melawan Sindikat Deepfake dan Shareable Syndrome di Grup WhatsApp

“Kalau mau bertengkar jangan di depan anak, bisa masuk ke kamar kunci baru berantem di kamar supaya anaknya enggak nonton. Yang penting itu menjaga anak dalam masa pertumbuhannya supaya betul-betul normal,” tambahnya.

Penting bagi orangtua berikan pendidikan seksual sejak dini sebagai upaya cegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.

img_title Wanita Ditemukan Pingsan di Sempur Bogor, Diduga Jadi Korban Pembiusan Usai Kenalan di Medsos

Jelasnya, pendidikan seksual dalam keluarga pegang peran penting, utamanya saat marak informasi keliru dan menyesatkan di media sosial.

“Karena itu orangtua jangan meninggalkan anaknya, apalagi tiap hari anaknya nonton media sosial. Jadi pendidikan seks dalam keluarga sangat perlu, berikan penjelasan kepada anaknya,” kata Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila

Orangtua harus berikan pendidikan seksual kepada anak sesuai usianya, Wimpie mencontohkan orangtua sesekali saat memandikan anak misalnya pada anak laki-laki diperhatikan perkembangan organ kelamin tumbuh dengan normal atau tidak.

Pada anak perempuan, pertanyaan seputar menstruasi atau perubahan fisik seperti jerawat juga merupakan bentuk pendidikan seksual yang tidak langsung.

“Di situ dari pengalaman saya banyak sekali orangtua memperhatikan itu, 'Kok anak saya ini enggak tumbuh-tumbuh misalnya penisnya, kok kecil dibandingkan teman-teman seumurnya?'. Itu salah satu cara yang sederhana sebetulnya yang bisa dilakukan orangtua,” tutur dia.

Ujar Prof Wimpie, orientasi seksual bisa dipengaruhi berbagai faktor, baik bawaan sejak lahir maupun lingkungan pergaulan. Kondisi yang bersifat bawaan tidak dapat diubah. Sementara, perilaku yang terbentuk dari lingkungan bisa muncul akibat interaksi tertentu.

Halaman Selanjutnya
img_title