Saran Penting Bagi Pekerja Lapangan Saat Cuaca Ekstrem

Ilustrasi pekerja lapangan./freepik
Sumber :
  • Freepik

JAKARTA, VIVABOGOR – Saran bagi pekerja lapangan agar bawa obat-obatan dasar seperti antiseptik luka, obat antijamur, obat diare, oralit. Pastikan status vaksin tetanus masih terlindungi.

img_title BMKG Ingatkan Fenomena Bediding Saat Kemarau, Warga Diminta Waspadai Suhu Dingin Ekstrem di Malam Hari

“Persiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,” kata Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PDNU) Jakarta Raya, sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, DR. dr. Wan Nedra Komaruddin.

Untuk pencegahan, rekomendasi Nedra, pemakaian alat pelindung diri seperti sepatu bot tahan air, sarung tangan, jas hujan, serta bawa perlengkapan pribadi berupa sabun antiseptik dan kaus kaki cadangan.

img_title Angin Kencang Terjang Parakanomas Rumpin, Puluhan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Terdampak

Ia menganjurkan konsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin guna jaga daya tahan tubuh. Katanya, pekerja lapangan tingkatkan kewaspadaan kesehatan saat bertugas di tengah hujan dan banjir guna cegah berbagai penyakit infeksi yang punya potensi serius.

Wan Nedra mengatakan, pekerja lapangan seperti wartawan, kurir ekspedisi, dan petugas teknis lainnya punya risiko kesehatan lebih tinggi, sebab sering terpapar air hujan dan banjir yang kotor.

img_title Angin Kencang Terjang Rumpin Bogor, Puluhan Rumah di Parakan Omas Rusak

“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” kata Wan Nedra.

Leptospirosis, katanya, adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Penyebabnya bakteri dari urine tikus atau hewan lain yang mencemari air banjir.

Bakteri itu bisa masuk melalui luka kecil di kulit dan menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan ginjal dan hati bila tidak segera ditangani.

Selain itu, kontak berkepanjangan dengan air kotor juga dapat memicu infeksi kulit seperti dermatitis, bisul, dan jamur, serta meningkatkan risiko diare dan tifus akibat bakteri dan virus yang masuk ke saluran pencernaan.

Kondisi lembap dan dingin dalam waktu lama, lanjut dia, turut meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk flu, bronkitis, dan pneumonia.

Wan Nedra menekankan langkah paling penting yang harus dilakukan pekerja lapangan setelah terpapar air banjir adalah membersihkan diri sesegera mungkin.

Halaman Selanjutnya
img_title