Saran Medis Penting Terkait Andropause
- Freepik
Jakarta, Viva Bogor – Ada saran medis soal andropause. Yakni melakukan perubahan gaya hidup, perbaiki kebiasaan tidur, dan lakukan aktivitas fisik.
Perubahan hormonal sendiri ada terkait pertambahan usia. Ternyata tidak hanya terjadi pada kaum perempuan alias menopause.
Pria pun alami transisi juga alias andropause. Andropause bisa membuat pria merenungkan hidup, merasa menghadapi mimpi yang terasa kurang tepat.
Akibatnya, berjuang dengan identitas mereka selama ini. Penarikan diri secara emosional bisa rusak hubungan dan kesalahpahaman sebagai tanda perubahan hormon.
Saran dukung pria pada masa andropause, berikan ruang pada pria membicarakan perasaan mereka, kelola stres dan bantu kembalikan arti maskulinitas.
Dilansir dari Hindustan Times, andropause dapat dialami pria dengan perubahan hormonal dan tantangan emosional. Pasalnya, ada penurunan kadar testosteron seiring bertambahnya usia. Itu kerap terabaikan sebab anggapan pria lebih matang secara emosi.
"Banyak pandangan masyarakat tentang maskulinitas membuat pria mengaitkan kekuatan dengan kestabilan emosi, produktivitas, dan kendali diri. Jadi, ketika perubahan internal ini terjadi, pria mungkin menganggap transisi ini sebagai tanda kegagalan pribadi, yang dapat menimbulkan rasa malu dan berujung pada penarikan diri secara emosional,” ujar Dr. Chandni Tugnait, psikoterapis, kepada Health Shots.
Andropause muncul sebagai perubahan halus dalam suasana hati, energi, dan motivasi. Meskipun perubahan ini mungkin tampak tidak penting pada awalnya, perubahan ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seorang pria.
Dari gejala andropause yakni perubahan energi fisik. Banyak pria mungkin awalnya menyadari penurunan tingkat energi mereka, merasa butuh waktu lebih lama untuk pulih dari latihan, merasa lelah sepanjang waktu, atau bangun dengan perasaan kurang segar, bahkan setelah tidur semalaman.
Andropause memungkinkan ada penurunan gairah seks, yang kerap karena stres atau penuaan. Perubahan ini tidak hanya sementara, tapi menandakan adanya perubahan dalam tubuh pria.
Tugnait menyorot peningkatan kepekaan emosional yang bisa sebabkan naik turunnya emosi tak terduga, mudah tersinggung, frustasi atau sedih yang sering muncul.
“Alih-alih membicarakan emosi-emosi ini, beberapa pria mungkin menarik diri, menciptakan jarak dalam hubungan mereka," kata psikoterapis tersebut.