Ada Titik Doa di Ujung Ramadan
- Viva Bogor
Kota Bogor Viva Bogor - Sebagian orang memilih tidur di malam itu. Sebagian orang sedang terjebak kemacetan arus mudik. Sebagian orang tengah memanjatkan doa di ujung bulan Ramadan 1447 H.
Sebagai tempat I’tikaf, Bayu Dwi Prasetyo (35) memilih Masjid Al Hikmah di Jalan Taman Cimanggu, Kedung Waringin, Tanah Sareal, Kota Bogor. Padahal, jarak antara rumahnya dengan masjid yang baru selesai dipugar dua tahun lalu itu cukup jauh dari Depok. Ia datang bersama Ibu yang memang punya ritual khusus di bulan Ramadan, yakni i’tikaf dari masjid ke masjid.
“Alasan saya memilih Masjid Al Hikmah itu, saya mendapatkan rekomendasi dari teman-teman. Walau saya tinggal di Depok, tapi saya punya rasa penasaran untuk ingin mengunjungi Masjid Al Hikmah,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen Universitas Pakuan saat diwawancarai Viva News Bogor Rabu, (18/03/2026) dini hari.
Salah seorang jemaah I
- Viva Bogor
Selain itu, ia juga menuturkan, Masjid Al Hikmah memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung kekhusyukan dalam beribadah. Menurutnya, masjid ini memiliki tempat yang nyaman, sejuk, dan bersih serta menyediakan santap sahur bagi jamaah.
Setelah memarkir kendaraan, Bayu lantas berbincang-bicang dengan rekan kerjanya. Selain beribadah, kesempatan ini juga digunakan untuk bersilaturahmi.
Sementara itu, Usep Suhendar (36) datang bersama kedua putranya. Selain beribadah, ia menanamkan nilai-nilai ibadah Ramadan kepada kedua putranya dengan mendekatkan mereka dengan masjid.
“Pengurus DKM memiliki program i’tikaf, ramah membawa keluarga, dan jarak tidak jauh dari tempat tinggal,” ujar pria asal Kemang, Bogor.
Imam dan jemaah melakukan salat tarwih di Masjid Al-Hikmah Kota Bogor
- Viva Bogor
Agung Djati Walujo (50), Ketua DKM Al Hikmah, menjelaskan pada tahun ini, pengurus DKM menggelar beberapa kegiatan di bulan Ramadan, misalnya kajian, salat tarawih, sanlat dan i’tikaf. Ia mengakui bahwa pada tahun ini jamaah i’tikaf tidak seramai tahun lalu karena tahun lalu ada kerja sama dengan sebuah sekolah di daerah Tanah Sareal, Bogor.
“Tahun lalu lebih banyak, sekitar 400 orang. Kalau tahun ini mungkin 200-an orang, ya,” ujarnya.
Istimewanya, pada tahun ini, DKM Al Hikmah masih dapat menyediakan santap sahur bagi jamaah yang dihasilkan dari donasi dan kas masjid. Selain itu, terdapat pula dukungan dari Kopi Tuku yang menyediakan kopi gratis untuk jamaah.
Suasana sahur jamaah I
- Viva Bogor
Ia juga mengaku tidak menyangka, banyak jamaah yang datang dari luar wilayah Cimanggu. Padahal di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor banyak masjid yang menyelenggarakan i’tikaf.
Jam berpendulum di ruang utama masjid menunjukkan pukul 00.30. Di sela-sela i’tikaf, beberapa jamaah tertidur setelah tadarus. Sebagian lagi masih terjaga menderas Alquran dengan suara lirih. Ada pula jamaah yang salat dengan khusyuk. Beberapa anak-anak memanfaatkan momen i’tikaf untuk bersenda gurau dengan teman-temannya.
Aktivitas tadarus Al-Qur
- Viva Bogor
Dari pelantang, seorang pengurus DKM mengumumkan, pada pukul 03.00 dini hari, salat qiyamul lail akan diselenggarakan secara berjamaah. Sejak pukul 02.30, jamaah yang tertidur mulai terjaga dan bersuci untuk bersiap mengaji dan salat. Para orangtua membangunkan anak-anaknya dan suasana ruangan utama masjid pun kembali ramai dengan lantunan ayat Alquran, zikir, dan suara doa yang lirih.
“Menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya, pribadi sebagai diri sendiri, dalam keluarga, masyarakat, dan lain-lain,” ujar Usep, seorang doktor di bidang Bio-Kimia Universitas Pakuan.
Sementara itu, Bayu berharap Allah memberikan kelapangan hati atas takdir.
“Doa yang dipanjatkan. Pada i’tikaf ini, saya memantaskan diri, memasrahkan diri kepada Allah. Dan tentunya, mudah-mudahan saya mendapatkan jodoh,” ujar Bayu.
Pada pukul sekitar pukul 03.00 imam memulai takbir pertama untuk salat qiyamul lail. Pada malam itu, dilantunkan surat Ar-Rahman dalam delapan rakat. Pada rakat pertama, imam suara imam mud aitu bergetar saat membacakan ayat-ayat pertama surat yang bermakna “kasih sayang” itu.
“Nikmat mana yang kau dustakan.”
Senyum anak-anak terpancara saat mengikuti I
- Viva Bogor