Ketika Hati Terluka di Sekolah: Cara Islam Menghadapi dan Mencegah Bullying

Ilustrasi sekolah dan siswa yang saling mendukung
Sumber :
  • Ilustrasi

Bogor, VIVA Bogor – Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Namun, akhir-akhir ini, banyak kasus kekerasan dan perundungan (bullying) yang justru terjadi di ruang pendidikan. Tak sedikit korban yang akhirnya depresi, kehilangan semangat hidup, bahkan sampai mengakhiri hidupnya. Dari kacamata Islam, fenomena ini bukan sekadar masalah sosial, tetapi juga tanda lemahnya iman dan kasih antarsesama manusia.

img_title Sekolah Dampingi Korban Perundungan Viral di Bogor, BK dan Kesiswaan Terus Pantau

Islam datang untuk menanamkan kasih, bukan kebencian. Setiap manusia dimuliakan oleh Allah tanpa memandang latar belakang, status, atau kekurangan.

Allah SWT berfirman:

img_title Viral Video Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Sebut Berakhir Damai

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” (QS. Al-Isra: 70)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kehormatan yang tak boleh diinjak oleh orang lain. Ketika seseorang melakukan bullying, baik dengan kata-kata, tindakan fisik, atau ejekan, maka sejatinya ia sedang merendahkan ciptaan Allah yang dimuliakan.

img_title Kapolsek Cariu Jadi Inspektur Upacara, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Cegah Bullying

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberi pesan jelas bahwa menjaga ucapan dan tindakan adalah bagian dari iman. Bullying, baik yang dilakukan langsung maupun lewat media sosial, sama-sama bentuk kezaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Begitu pun ketika menjadi korban bullying, jangan membalas dengan kebencian, karena Allah lebih tahu waktu terbaik untuk menegakkan keadilan.

Beberapa Cara dalam Islam untuk Mengatasi Bullying

1.   Tanamkan Nilai Kasih dan Empati Sejak Dini.

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih, bahkan kepada anak-anak dan hewan. Beliau mengajarkan bahwa kelembutan lebih kuat dari kekerasan. Dalam hadis disebutkan: “Sesungguhnya Allah itu lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.   Hindari Diam Terhadap Kemungkaran.

Dalam Islam, membiarkan kezaliman sama saja ikut serta di dalamnya. Nabi ﷺ bersabda:

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Artinya, jika kita melihat ada teman dirundung, jangan hanya diam atau menonton. Beranilah bersuara, laporkan pada guru atau orang tua, atau setidaknya beri dukungan kepada korban. Itulah bentuk jihad kecil melawan ketidakadilan di sekitar kita.

Halaman Selanjutnya
img_title