Hari Santri 2026, Tanjungsari Gaungkan Semangat Persatuan

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Tanjungsari, Kabupaten Bogor.
Sumber :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus meneguhkan peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. Semangat itu mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

img_title Hajat Bumi Desa Selawangi Meriah, Dongdang Hasil Panen Jadi Wujud Syukur Warga

Enday Hidayat Sekertaris Kecamatan Tanjungsari, Bertindak sebagai inspektur Upacara

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Pemerintah Kecamatan Tanjungsari bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjungsari menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional di pelataran parkir Kantor Kecamatan Tanjungsari, Kamis, 22 Oktober 2026.

img_title Tim Monev Tanjungsari Tinjau Tiga Pembangunan di Desa Selawangi, Progres Capai 70 Persen

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, kiai, santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Tanjungsari, tokoh masyarakat, serta unsur kepemudaan.

img_title Tim Monev Tanjungsari Tinjau 3 Pembangunan di Desa Sukarasa, Progres Capai 80 Persen

Peringatan tahun ini mengusung tema "Santri Hebat, Indonesia Hebat". Tema tersebut mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan santri dalam menjaga nilai-nilai agama, mempertahankan keutuhan bangsa, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Dalam amanat upacara, inspektur upacara menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya seremoni tahunan. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengingat kembali jasa para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu peristiwa bersejarah yang melatarbelakangi penetapan Hari Santri adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Semangat perjuangan itu diharapkan terus diwarisi oleh generasi santri masa kini. Jika dahulu para santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dapat dilanjutkan melalui pendidikan, prestasi, pembentukan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Santri harus memiliki ilmu agama yang kuat, wawasan luas, akhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman. Jadikan ilmu sebagai bekal perjuangan dan akhlak sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan," demikian pesan dalam amanat upacara.

Pesan tersebut menekankan pentingnya membekali diri dengan ilmu agama dan wawasan yang luas tanpa mengabaikan pembentukan karakter. Santri diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan.

Selain itu, para santri diajak untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Halaman Selanjutnya
img_title