Monev Pembangunan Desa Tanjungrasa, Progres Infrastruktur dan Dayeuh Padjajaran Capai 85 Persen
- Dok: Dedi Ruswandi
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Tanjungsari bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungrasa meninjau pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan Dayeuh Padjajaran di Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu, 21 Oktober 2026. Berdasarkan laporan yang disampaikan, progres pembangunan yang menjadi sasaran monitoring tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan sekaligus memeriksa kondisi pekerjaan secara langsung di lapangan. Tim monev mendatangi sejumlah titik pembangunan yang mencakup penataan kawasan Dayeuh Padjajaran dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
Meski sebagian pekerjaan telah rampung, masih terdapat bagian pembangunan yang dalam proses penyelesaian. Karena itu, monitoring menjadi bagian dari pengawasan untuk melihat perkembangan pekerjaan dan memastikan setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.
Lokasi pertama yang dikunjungi tim berada di Kampung Darma RT 09/RW 05, Desa Tanjungrasa. Di lokasi tersebut, rombongan memeriksa penataan kawasan Dayeuh Padjajaran yang masih dalam tahap penyelesaian ketika peninjauan berlangsung.
Penataan kawasan tersebut menjadi salah satu bagian dari pembangunan desa yang mendapat perhatian dalam kegiatan monitoring. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk melihat kondisi pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
Selain meninjau penataan kawasan, tim monev juga memeriksa pembangunan TPT di lokasi yang sama. Berbeda dengan pekerjaan penataan Dayeuh Padjajaran, pembangunan TPT di Kampung Darma dilaporkan telah rampung.
TPT merupakan salah satu infrastruktur yang berfungsi menahan tanah dan membantu menjaga kestabilan area di sekitarnya. Keberadaan bangunan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kondisi lingkungan dan infrastruktur desa sesuai fungsi konstruksi yang direncanakan.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan di Kampung Darma, rombongan melanjutkan monitoring ke lokasi kedua, yakni pembangunan TPT di Kampung Pasir Ringgit RT 23/RW 12, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari.
Pembangunan TPT di titik tersebut direncanakan untuk mendukung pengerasan jalan yang akan dimanfaatkan sebagai jalan usaha tani. Infrastruktur ini diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat, khususnya warga yang bekerja di sektor pertanian dan membutuhkan akses menuju lahan garapan.
Keberadaan jalan usaha tani menjadi salah satu kebutuhan penting di wilayah pedesaan. Akses yang memadai dapat membantu mobilitas petani, termasuk ketika menuju lahan pertanian maupun melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan hasil produksi.