Kemarau Panjang, Damkar Ciawi Siaga 24 Jam Cegah Kebakaran

Kemarau panjang membuat Damkar Ciawi siaga 24 jam di enam kecamatan.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Menghadapi musim kemarau panjang, Pemadam Kebakaran (Damkar) Wilayah III Ciawi, Kabupaten Bogor, meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering.

img_title Wamen LH Diaz Hendropriyono Cek Kebakaran TPAS Galuga, Pastikan Api Mulai Terkendali

Komandan Sektor Damkar Ciawi, Nendri, mengatakan petugas terus memantau potensi kebakaran di enam kecamatan yang menjadi wilayah pelayanan Sektor Damkar Ciawi.

Enam wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua, Caringin, Cigombong, dan Cijeruk.

img_title Wakil Wali Kota Bogor Koordinasi dengan Bupati Tangani Dampak Kebakaran TPAS Galuga

Menurut Nendri, kondisi kemarau panjang membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Terlebih, material di lingkungan sekitar cenderung lebih mudah terbakar ketika kondisi kering berlangsung cukup lama.

“Di musim kemarau panjang ini tentunya kami ingatkan kembali agar masyarakat menghindari potensi pembakaran sampah dan kegiatan lainnya yang bisa memicu kebakaran,” ujar Nendri, Senin (31/8/2026).

img_title Kebakaran Galuga Berlarut, Pemkot Bogor Siapkan Opsi Alihkan Sampah ke Nambo

Kesiapsiagaan selama 24 jam menjadi bagian dari upaya Damkar memastikan petugas dapat merespons dengan cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Selain kesiapan petugas, peran masyarakat juga dinilai penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan menjadi salah satu hal yang kembali diingatkan untuk dihindari selama musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering. Pencegahan sejak awal dinilai lebih penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian.

Sementara itu, Plt Camat Ciawi Denny Kuswara mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan selama musim kemarau.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Ketika musim hujan kembali datang, sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa ke saluran air dan menyebabkan penyumbatan.

Sampah yang menumpuk di saluran air berpotensi menghambat aliran ketika hujan turun. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir di lingkungan masyarakat.

“Jika memasuki musim hujan berdampak banjir,” kata Denny.

Selain ancaman banjir, tumpukan sampah juga dapat menimbulkan persoalan lain. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyebaran penyakit.

Halaman Selanjutnya
img_title