Bimtek Desa Digital di Bantarkuning, Aparatur Desa Dibekali AI untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
- Dok: Dedi Ruswandi
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Pemerintah Desa Bantarkuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Digital bagi seluruh aparatur desa di Aula Desa Bantarkuning, Sabtu, 1 Agusrus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dengan mengusung tema "Desa Digital, Desa Maju, Masyarakat Sejahtera." Melalui pelatihan ini, aparatur desa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi transformasi digital yang kini semakin berkembang, termasuk pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Bimtek Desa Digital tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pelayanan publik berbasis digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan desa yang tertib, efektif, akuntabel, dan transparan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Bantarkuning, Nanang Sobarna, A.Md., dan dihadiri Kasipem Kecamatan Cariu Fahmi, Pendamping Desa (P3MD) Kecamatan Cariu Endah, serta narasumber dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Eris Suripto dan Apriyanto.
Dalam sambutannya, Nanang Sobarna menegaskan bahwa penerapan konsep Desa Digital merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas kerja aparatur desa.
"Melalui pelatihan ini saya berharap kita semua mulai mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan AI, berbagai bentuk pelayanan maupun pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif, dan efisien," ujar Nanang.
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran aparatur desa, melainkan menjadi alat bantu agar berbagai pekerjaan administrasi dapat diselesaikan lebih cepat, akurat, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Nanang juga menekankan bahwa pelatihan dasar AI yang diberikan dalam Bimtek ini merupakan langkah awal bagi aparatur desa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Setelah memperoleh pemahaman dasar, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.