Wanita Muda Diduga Dikejar Pria, Lompat ke Jurang di Paledang Bogor
- Dok: Naya
Kota Bogor, VIVA Bogor – Seorang wanita muda dilaporkan melompat ke area jurang di kawasan Jalan Paledang, Kota Bogor, pada Kamis malam, 23 April 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. Peristiwa ini memicu pencarian intensif oleh tim gabungan, meski hingga kini korban belum ditemukan dan identitasnya masih misterius.
Lurah Paledang, Ali Firdaus, mengatakan informasi awal diterimanya saat sedang berada di kawasan Surya Kencana.Mendapat laporan tersebut, ia langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, sejumlah unsur sudah lebih dulu melakukan upaya pencarian.
“Begitu dapat kabar saya langsung ke lokasi. Di sana sudah ada tim dari BPBD, Tagana, Damkar, dan PMI yang melakukan pencarian,” ujarnya.
Keterangan saksi mata menjadi petunjuk awal dalam peristiwa ini. Seorang warga Paledang yang sedang dalam perjalanan pulang kerja mengaku melihat langsung kejadian tersebut. Ia menyebut korban, yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, berlari tanpa alas kaki dengan kondisi panik. Saat itu korban mengenakan baju hijau dan legging hitam, serta rambut panjang yang diikat.
Tak hanya itu, saksi juga melihat seorang pria yang diduga mengejar korban. Pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 60 tahun, bertubuh tinggi, dan berkulit gelap. Kejadian berlangsung cepat, terutama saat keduanya melintasi tikungan dekat pohon beringin sebelum menuju jembatan.
“Pas di tikungan dekat pohon beringin, mereka menyeberang ke arah jembatan. Sepertinya si perempuan panik karena dikejar,” kata Ali, mengutip keterangan saksi.
Sesampainya di tepi jembatan, korban diduga langsung melompat ke area di bawah yang merupakan jalur curam menuju bantaran Sungai Cisadane. Namun, lokasi tersebut bukan jurang terbuka. Di bagian bawah terdapat jalur kecil yang biasa dilalui warga, serta area sedimen tanah sebelum mencapai aliran sungai.
Saksi sempat melihat pergerakan korban di bawah, namun pandangannya terhalang semak dan dedaunan hingga akhirnya korban menghilang dari penglihatan. Kondisi inilah yang membuat proses pencarian menjadi cukup sulit.
Tim gabungan langsung melakukan penyisiran sejak malam kejadian hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan paginya dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Namun, hasil kajian di lapangan tidak menemukan tanda-tanda kuat bahwa korban jatuh ke aliran sungai.