Diduga Sampah dan Limbah Kotoran Ayam Cemari Sungai di Puncak

Diduga tercemar sampah dan limbah kotoran ayam, kondisi sungai di Puncak Cisarua dikeluhkan warga.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali diguyur hujan. Di balik guyuran hujan tersebut, warga justru mengkhawatirkan kondisi aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

img_title Infrastruktur Jadi Prioritas Desa di Kawasan Puncak, Jalan Alternatif Dikebut pada 2027

Hujan deras disebut membuat tumpukan sampah di sekitar aliran sungai terbawa arus. Tak hanya sampah, warga juga menduga limbah kotoran ayam dari peternakan yang berada di sekitar lokasi turut masuk ke aliran sungai.

Kondisi tersebut terjadi di aliran sungai yang berada di Kampung Pasir Panjang RT 05 RW 02, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua.

img_title Desa di Megamendung Prioritaskan Jalan Alternatif pada 2027

Salah seorang warga berinisial LK mengatakan, kondisi sungai semakin memprihatinkan ketika hujan turun. Sampah yang berada di sekitar aliran air dapat terbawa arus dan berpotensi mengganggu kondisi sungai yang digunakan warga.

"Kondisinya semakin memprihatinkan. Saat hujan, sampah dan diduga limbah kotoran ayam ikut terbawa ke sungai," ujarnya, Jumat, 2 Oktober 2026.

img_title Camping di Puncak Megamendung, Bisa Berenang di Kolam Mata Air Pangrango

Di sekitar lokasi juga terdapat peternakan ayam yang berada tidak jauh dari aliran sungai. Keberadaan tumpukan sampah serta kondisi lingkungan yang dinilai kurang terawat membuat kondisi di sekitar aliran air menjadi perhatian warga.

Kekhawatiran tersebut semakin menjadi perhatian karena sungai masih dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Saat hujan deras, material yang berada di sekitar sungai berpotensi terbawa bersama derasnya arus air.

Terpisah, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Hendry Iskandar, mengatakan tumpukan sampah di sekitar sungai harus dicegah agar tidak masuk ke aliran air.

Menurut Hendry, keberadaan sampah di dekat sungai seharusnya mendapat perhatian sehingga tidak mudah terbawa ketika hujan turun.

"Tumpukan sampah yang berada di dekat sungai seharusnya dipagar. Jangan sampai jatuh ke aliran sungai," katanya.

Ia menegaskan, persoalan sampah yang masuk ke sungai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat bersama pemerintah desa agar kondisi lingkungan di sekitar aliran sungai tetap terjaga.

Hendry juga menyebut warga melakukan operasi bersih secara rutin. Langkah tersebut dilakukan agar sampah tidak kembali menumpuk setelah sebelumnya dilakukan pengangkutan.

Halaman Selanjutnya
img_title