Longsor 20 Meter di Jalur Puncak, Warga Soroti Lambannya Penanganan

Longsor sepanjang 20 meter terjadi di jalur Puncak, Bogor.
Sumber :
  • Dok: Doni

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor –Longsor kembali terjadi di jalur utama Puncak, tepatnya di Desa Cipayung Datar, Kampung Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Material tanah dan bangunan penahan tebing ambrol sepanjang kurang lebih 20 meter, memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan.

img_title Kades Sukamaju Soroti Pembatasan Bus Wisata di Puncak, Minta Jalan Alternatif Diperlebar

Peristiwa tersebut terjadi sekitar tiga hari lalu saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan tersebut. Kepala Dusun III Desa Cipayung Datar, Bahrudin, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama longsor di titik tersebut.

“Longsor di jalan utama Puncak itu terjadi sekitar tiga hari lalu, saat hujan besar disertai petir,” ujar Bahrudin, Sabtu 18 April 2026.

img_title Kabel Semrawut di Puncak Ditopang Bambu, Warga Khawatir Picu Kecelakaan

Namun demikian, Bahrudin menegaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum kejadian. Di lokasi tersebut, telah muncul keretakan panjang yang dibiarkan tanpa penanganan. Retakan itu terus melebar hingga akhirnya tidak mampu menahan tekanan saat hujan deras turun.

Menurutnya, keretakan yang terjadi sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya peninjauan dari pihak terkait, khususnya dari instansi PUPR Provinsi. Kondisi ini membuat tembok penahan tebing (TPT) menjadi rapuh dan akhirnya jebol saat intensitas hujan meningkat.

img_title Serah Terima Sejak Mei 2026, Pengurus Lama DKM Masjid Atta’Awun Puncak Belum Angkat Kaki

Akibat longsor tersebut, material berupa puing-puing tembok dan tanah menutup sebagian area drainase di lokasi kejadian. Hal ini berpotensi memperburuk kondisi jika tidak segera ditangani, terutama saat hujan kembali turun dan aliran air tidak berjalan lancar.

Bahrudin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini keretakan di sekitar titik longsor masih terus terjadi. Untuk sementara, area tersebut hanya ditutup menggunakan terpal sebagai langkah darurat. Namun, kondisi tersebut dinilai belum cukup aman untuk jangka panjang.

“Demi keselamatan pengguna jalan dan untuk menghindari kecelakaan, perbaikan harus segera dilakukan. Ini merupakan jalur utama penghubung Bogor, Puncak, hingga Cianjur,” tegasnya.

Jalur Puncak sendiri dikenal sebagai salah satu akses vital yang menghubungkan wilayah Bogor dengan kawasan wisata Puncak hingga Cianjur. Tingginya mobilitas kendaraan, terutama pada akhir pekan, membuat kondisi jalan harus selalu dalam keadaan aman dan layak dilalui.

Lambannya penanganan terhadap kerusakan infrastruktur ini pun menjadi sorotan warga. Mereka berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen sebelum kondisi semakin memburuk dan membahayakan pengguna jalan.

Halaman Selanjutnya
img_title