1.892 Warga Kedung Badak Terima Bansos, Antrean Sejak Pagi Jadi Bukti Antusiasme
- Dok: Abizar
Kota bogor, VIVA Bogor – Puluhan warga tampak mengantre sejak pagi untuk menerima bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Senin 20 April 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean warga yang datang dengan membawa persyaratan administrasi yang telah ditentukan.
Warga yang hadir umumnya membawa dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan. Proses penyaluran berlangsung tertib dengan pengawasan dari petugas kelurahan.
Kepala Seksi Kemasyarakatan Kelurahan Kedung Badak, Tri Nurwandari, menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat dalam program ini mencapai 1.892 kepala keluarga (KK). Data tersebut diperoleh dari masing-masing RT di wilayah Kedung Badak.
“Total ada 1.892 penerima manfaat. Data penerima berasal dari masing-masing RT setempat dan saat ini dilakukan pendataan ulang di kelurahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kepala keluarga yang terdaftar menerima bantuan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap guna menghindari penumpukan warga dan memastikan proses berjalan lancar.
Selain itu, pihak kelurahan juga memberikan kemudahan bagi penerima manfaat yang berhalangan hadir. Bagi kepala keluarga yang telah meninggal dunia atau tidak dapat datang langsung, bantuan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga dengan membawa dokumen yang diperlukan.
“Jika kepala keluarga sudah tidak ada atau wafat, bisa diwakilkan oleh keluarga dengan syarat membawa KK,” tambahnya.
Program bantuan sosial ini ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu, sebagai upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.
Salah satu warga penerima bansos, Siti Patimah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi sekarang minyak kita langka di pasaran,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan bahan pokok masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran bantuan sosial dinilai mampu meringankan beban ekonomi, khususnya bagi warga yang membutuhkan.