Penutupan Jalan Batutulis Lumpuhkan Mobilitas Warga dan Pengendara

Retakan jalan Saleh Dana Sasmita, Batutulis, Kota Bogor.
Sumber :
  • Istimewa

Kota Bogor, VIVA Bogor – Penutupan total Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis kembali melumpuhkan mobilitas warga dan pengendara, Jumat 30 Januari 2026. Akses penghubung penting antara Lawang Gintung dan Cipaku itu tidak bisa dilalui kendaraan setelah ditemukan keretakan pada badan jalan akibat pergerakan tanah dan longsor di bawah ruas jalan.

img_title Pemkot Bogor Seleksi 312 Calon Jukir, Hanya 30 Orang Diterima pada Tahap Pertama

Sejak ditutup, aktivitas warga yang biasa melintas di kawasan tersebut terganggu. Pengendara harus memutar lebih jauh melalui jalur alternatif, sementara sebagian warga mengaku waktu tempuh perjalanan harian menjadi lebih lama.

Penutupan ini menjadi yang kedua kalinya setelah sebelumnya Jalan Batutulis sempat ditutup total akibat longsor. Usai penanganan awal, jalan tersebut dibuka terbatas hanya untuk kendaraan roda dua. Namun, kondisi tanah yang kembali bergerak akibat curah hujan tinggi membuat pemerintah mengambil langkah penutupan total demi keselamatan.

img_title Dedie Rachim Soroti Dugaan Kekerasan di Kantor KPPG Bogor, Tegaskan Tak Bisa Ditoleransi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko bagi pengguna jalan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi tanah di bawah jalan masih labil dan menimbulkan retakan. Karena itu, jalan kami tutup sementara,” ujar Denny.

img_title Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027 Dibahas, Pemkot Bogor Targetkan Layanan Tanpa Jeda

Menurutnya, meski berdampak pada mobilitas warga, penutupan ini dinilai sebagai langkah paling aman. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa longsor di bawah badan jalan menyebabkan tarikan pada aspal sehingga memunculkan retakan di beberapa titik.

“Awalnya jalan dibuka terbatas untuk sepeda motor. Namun, setelah ditemukan perkembangan retakan baru, kami memutuskan penutupan total agar proses perbaikan dan pengujian struktur tanah dapat dilakukan dengan aman,” jelas Juniarti.

Ia menambahkan, penanganan longsor di bawah ruas jalan juga melibatkan Balai Perkeretaapian Jawa Barat. Hingga hasil pengujian menyatakan kondisi aman, jalan belum dapat dibuka kembali.

Selama penutupan, Pemerintah Kota Bogor mengimbau warga dan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hingga kini, belum ada kepastian kapan Jalan Batutulis kembali dibuka untuk umum.