Anggaran Rp4,8 Miliar, Warga Minta Hasil Perbaikan Jembatan Maksimal
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Pekerjaan perawatan berkala Jembatan Leuwiranji yang berada di perbatasan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin masih terus berlangsung hingga pertengahan Januari 2026. Jembatan yang menjadi akses vital penghubung dua kecamatan ini sebelumnya ditutup total sejak 13 hingga 31 Desember 2025.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, pekerjaan belum juga rampung sehingga penutupan total jembatan diperpanjang sampai 31 Januari 2026. Dengan sisa waktu sekitar dua minggu, warga berharap proyek senilai Rp4,8 miliar tersebut bisa selesai tepat waktu dan tidak kembali mengalami keterlambatan.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Gunungsindur, Jaka Laidi mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke lokasi proyek dan bertemu dengan kontraktor pelaksana.
“Kami sudah cek ke lokasi dan temui pihak kontraktor. Harapan kami, pekerjaan bisa selesai akhir Januari 2026 karena fungsi jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga,” ujar Jaka, pada Kamis 15 Januari 2026.
Menurut Jaka, alasan keterlambatan pekerjaan yang disebut karena faktor cuaca seharusnya sudah diantisipasi sejak awal perencanaan oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
“Perbaikan ini tentu sudah direncanakan dan dikaji matang, baik soal anggaran maupun waktu. Ini harus jadi perhatian Pemkab Bogor dan pihak kontraktor. Ini pakai uang rakyat dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, jangan dibiasakan molor,” tegasnya.
Kritik serupa disampaikan Yusmansyah, aktivis lingkungan di Gunungsindur. Ia menegaskan, selain ketepatan waktu, kualitas hasil pekerjaan juga harus maksimal.
Pasalnya, jembatan Leuwiranji kerap dilintasi truk besar dengan tonase berlebihan yang mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Walau jalan dibetonisasi dan jembatan diperbaiki, tetap tidak akan kuat kalau dilewati truk tronton bertonase berat. Solusinya, Pemkab Bogor harus segera bangun jalan khusus tambang,” ujar pria yang akrab disapa Kang Yus.
Sebagai informasi, perbaikan Jembatan Leuwiranji telah dilakukan sejak awal Desember 2025 dengan anggaran mencapai Rp4,8 miliar. Pekerjaan meliputi penggantian ribuan baut konstruksi serta grider balokan beton sebagai penyangga utama beban jembatan.