Kebakaran Hebat Lahan Bambu di Rumpin, Tiga Unit Mobil Damkar Diterjunkan

Kebakaran lahan bambu seluas sekitar 4.000 meter persegi terjadi di Desa Rabak, Rumpin, Bogor.
Sumber :
  • Dok: Fahri

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kebakaran lahan terjadi di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam, 13 September 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Kobaran api terlihat membesar hingga menerangi langit di sekitar lokasi.

img_title 75 Desa di Kabupaten Bogor Belum Cairkan Bankeu Tahap I, Bupati Turun Tangan

Rekaman video amatir warga yang beredar di media sosial memperlihatkan api berkobar cukup tinggi di area yang terbakar. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar perbatasan Kampung Kadusewu dan Lebak Salak, jalur menuju Cikadu.

Objek yang terbakar merupakan lahan bambu dengan luas sekitar 4.000 meter persegi. Kepala Desa Rabak Wawan Nurwandi membenarkan adanya kebakaran tersebut.

img_title Jalan Rusak di Leuwiranji Rumpin, Warga Harap Perbaikan Segera

“Penyebab awal kebakaran belum diketahui, namun sudah ditangani dan dipadamkan dengan bantuan tiga unit mobil pemadam dari BPBD dan Damkar,” ujar Wawan.

Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan kebun bambu. Sebelum kebakaran terjadi, terdapat aktivitas penebangan di area tersebut.

img_title Hajat Bumi Desa Selawangi Meriah, Dongdang Hasil Panen Jadi Wujud Syukur Warga

Wawan mengatakan lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman warga. Namun, di bagian bawah lahan terdapat bangunan milik salah satu perusahaan peternakan.

Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kobaran api dan mencegah api meluas ke area lainnya.

Pemadaman juga melibatkan warga sekitar bersama unsur TNI dan Polri. Setelah dilakukan penanganan bersama, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Hingga kini, penyebab awal kebakaran lahan bambu tersebut masih belum diketahui. Pihak terkait juga masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar.

Peristiwa kebakaran tersebut menjadi perhatian karena lahan bambu yang terbakar cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki bangunan perusahaan peternakan di bagian bawahnya.