Said Muhammad Mohan Ungkap Dampak Nyata Program Nasional di Kota Bogor
- Istimewa
Bogor, VIVABOGOR - Anggota DPRD Kota Bogor, Fraksi Partai Gerindra, Said Muhammad Mohan, mengungkapkan pembangunan di Kota Bogor menunjukkan tren positif dan signifikan menuju tahun 2027.
Berbagai program strategis dari pemerintah pusat hingga provinsi dinilai mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
Disampaikan Said saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bogor Selatan di Pajajaran Suites Padjadjaran Suite Resort & Convention Hotel, Rabu (14/06/2025).
Said menambabkan, sejumlah program nasional telah berjalan dan menjadi trigger pembangunan daerah. Salah satunya adalah Sekolah Garuda yang telah beroperasi, serta Sekolah Rakyat yang kini tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Bogor, termasuk pada tahap awal penyediaan lahan.
Disamping itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat juga disebut membawa efek yang signifikan terhadap perekonomian di Kota Bogor pada umumnya dan khususnya di wilayah kecamatan Bogor Selatan.
Dukungan pemerintah provinsi pun, sambung dia, juga memperkuat pembangunan daerah. Politisi Gerindra itu juga menyoroti proyek infrastruktur Batutulis yang kini telah memasuki tahap krusial.
Said menjabarkan, proses pengadaan lahan telah dirampungkan melalui APBD Perubahan 2025 dengan anggaran terserap mencapai Rp19,9 miliar.
"Pada triwulan pertama tahun ini, kami terus berkomunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat agar pembangunan fisik bisa segera dimulai. Harapannya, proyek tersebut dapat rampung pada November dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama warga Bogor Selatan,” beber dia.
Sementara terkait daerah rawan bencana, ia mengatakan masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah selatan Kota Bogor. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pihak kecamatan telah melakukan mitigasi kawasan yang masuk kategori zona rawan.
Lebih lanjut kata Said, penanganan pun telah disiapkan, salah satunya melalui relokasi warga dari kawasan berisiko tinggi. Ia menyebut, proses relokasi di wilayah Pamoyanan telah diselesaikan, sementara wilayah lain masih menunggu penetapan lokasi yang tepat.
“Kami terus mendorong agar Pemkot dapat menyiapkan skema relokasi, termasuk memanfaatkan aset daerah yang memungkinkan, demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.