JPO Ranggamekar-Batutulis Dibangun, Lebar Jembatan Ditambah Dua Meter

Pembangunan JPO Ranggamekar-Batutulis
Sumber :
  • Istimewa

Bogor, VIVABOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap melaksanakan perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) penghubung Kelurahan Ranggamekar dan Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, pada 2026.

img_title Jembatan Cisukabirus Nyaris Ambrol, Pemdes Gadog Gelontorkan Rp367 Juta untuk Rehabilitasi

Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kapasitas jembatan.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Ari Syarifudin, mengatakan keberadaan jembatan saat ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat, khususnya sebagai salah satu jalur alternatif pengguna kendaraan roda dua di tengah pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau trase Batutulis di kawasan Lawang Gintung.

img_title Trase Baru Batutulis Bogor Capai 84 Persen, Dibuka 1 November?

“Namun demikian, berdasarkan pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah bersama aparatur wilayah, pelaksanaan perbaikan jembatan tetap perlu dilakukan pada tahun 2026. Perbaikan diperlukan untuk keselamatan dan peningkatan kapasitas jembatan, pekerjaan ini bukan semata-mata perbaikan rutin,” ungkap Ari pada Kamis (27/8/2026).

Secara teknis, kondisi jembatan membutuhkan perbaikan struktur sekaligus peningkatan fungsi.

img_title Progres 84 Persen, Trase Baru Batutulis Bogor Ditarget Rampung Akhir Oktober

Salah satunya melalui pelebaran jembatan dari kondisi eksisting sekitar 1,2 meter menjadi 2 meter. Pelebaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jembatan sebagai akses penghubung antara wilayah Ranggamekar dan Batutulis.

“Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan saat ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan masyarakat tidak hanya tetap berfungsi, tetapi juga memiliki kondisi struktur dan kapasitas yang lebih baik untuk jangka panjang,” terangnya.

Ari menjelaskan, perbaikan jembatan Ranggamekar–Batutulis juga merupakan aspirasi masyarakat, khususnya warga Ranggamekar dan Batutulis, yang telah disampaikan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Aspirasi tersebut kemudian melalui proses perencanaan dan penganggaran untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

“Apabila pelaksanaan pekerjaan ditunda, maka diperlukan kembali proses perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, pekerjaan tersebut belum tentu dapat kembali dialokasikan pada TA 2027,” jelasnya.

Menurut Ari, Pemkot Bogor telah mempertimbangkan manfaat, kebutuhan teknis, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan program pembangunan sebelum memutuskan pekerjaan tetap dilaksanakan tahun ini.

Koordinasi juga telah dilakukan bersama perangkat daerah dan aparatur kewilayahan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kebutuhan akses masyarakat, pembangunan trase baru Danasasmita, serta kepentingan warga Ranggamekar dan Batutulis.

Halaman Selanjutnya
img_title