Deretan Tips Ajak Orang Lain di Pertemuan Keluarga
- AI Generated / Dok. AI via Gemini
JAKARTA, VIVABOGOR – Buat juga kalimat humoris guna alihkan topik. Atau sela obrolan agar suasana tetap santai.
Jika Anda ajak orang lain ke acara keluarga, beritahukan kebiasaan orang-orang yang hadir. Utamanya jika ada beberapa sifat mereka yang mungkin membuat mereka tidak nyaman.
Hal yang tidak kalah penting untuk Anda saat liburan di acara keluarga lain, perhatikan diri saat ada perubahan energi.
"Perhatikan saat Anda merasakan energi Anda berubah dan lakukan introspeksi diri: Apa yang terjadi tadi? Apakah ada kesempatan bagi Anda untuk melakukan sesuatu? Berbicara dengan diri sendiri, baik dengan menuliskannya, di kamar mandi, atau hanya dalam pikiran Anda, itu penting," kata terapis dan penulis, Nedra Glover Tawwab.
Dilansir dari laman Channel News Asia, ia juga membagikan saran itu di podcast Modern Love. Lebih jelasnya berupa saran hadapi pertemuan keluarga selama liburan demi kurangi ketidaknyamanan.
Saat ada acara pertemuan keluarga, katanya, buatlah kesepakatan dengan diri sendiri agar tidak menjalani liburan dengan cara yang sama. Misalnya liburan tahun sebelumnya dan lakukan sesuatu yang berbeda jika jadi tuan rumah.
Jika bertamu ke rumah seseorang, buat kesepakatan dengan diri untuk pulang lebih awal atau lebih lambat dari tahun sebelumnya.
"Kita harus mengambil kendali atas liburan kita sendiri dan menciptakan pengalaman yang kita inginkan," kata Nedra.
Seseorang, lanjutnya, harus membiasakan diri dengan ketidaknyamanan sebagai bentuk toleransi dalam sebuah pertemuan menurut dia. Maka, buat batasan dimana bisa ditoleransi diri sendiri. Seperti jika pertemuan berlangsung selama empat jam, maka hadiri acara itu selama satu jam saja.
Toleransi juga perlu dilakukan saat ada seseorang yang sangat antusias membahas suatu topik. Seperti terkait politik. Orang cenderung hanya ingin didengarkan pendapatnya, maka, Nedra menyarankan agar menghindari perdebatan.
"Mereka sebenarnya tidak peduli bagaimana Anda memandang subjek tersebut. Kita harus mampu mengalihkan topik," kata dia.
Perlu diperhatikan, bagi banyak orang, pertemuan keluarga saat liburan disertai segala dinamika dimana kadang membuat tidak nyaman. Bahkan bisa menimbulkan rasa cemas.