Menuju Hidup Sehat dan Taqwa: Istiqamah dalam Puasa Sunah
- Istimewa
Oleh: Dr. Eusoff Yendo Afgani. M.Sc – Tanpa terasa Ramadan telah berlalu, bulan sebagai ‘training ground’ yang meninggalkan jejak ketenangan, kedisiplinan, dan kedekatan spiritual yang begitu kuat.
Pertanyaan penting yang perlu kita renungkan adalah: Ketika Ramadan pergi apakah semangat itu ikut berlalu, atau justru menjadi titik awal perubahan hidup kita?
Menurut ulama, keberhasilan Ramadan tidak diukur dari seberapa khusyuk kita di dalamnya, tetapi sejauh mana kita mampu menjaga kesinambungan amal setelah ramadan pergi.
Dalam madrasah Ramadan kita dilatih untuk berpuasa. Maka Ketika ia berlalu mengapa tidak kita jadikan ia sebagai momentum melanggengkan amalan puasa tersebut.Mencoba untuk istikomah. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kita masih ada puasa senin kamis, puasa yaumil bidh dan puasa Daud. Puasa Senin dan Kamis memiliki keutamaan tersendiri.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa amal manusia diangkat pada kedua hari tersebut, Senin dan Kamis dan nabi ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi).
Manakala Puasa Yaumil Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini juga popular dengan panggilan ‘Puasa putih’ karena pada masa tersebut bulan dalam keadaan penuh putih purnama.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW berwasiat:
"Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, salat dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sementara itu, puasa Daud—sehari berpuasa dan sehari berbuka—disebut sebagai puasa yang paling dicintai Allah bagi mereka yang mampu menjalaninya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lebih dari sekadar ibadah, puasa juga membawa manfaat nyata bagi kesehatan. Dari sisi fisik, puasa memberi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses detoksifikasi alami, memperbaiki metabolisme, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.