Mengamalkan Ilmu Sejak Dini sebagai Wujud Syukur kepada Ilahi

Menjadi siswa bermanfaat
Sumber :
  • Ilustrasi

Bogor, VIVA Bogor – Di dunia pendidikan, ukuran keberhasilan sering kali dilihat dari nilai akademik. Rangking, prestasi, dan capaian angka menjadi tolok ukur utama. Namun dalam pandangan Islam, menjadi siswa yang baik tidak cukup hanya dengan pintar. Lebih dari itu, seorang siswa diharapkan menjadi pribadi yang bermanfaat, mampu mengamalkan ilmu sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

img_title 530 Siswa SD dan MI Ikuti Pesta Siaga Pramuka Tanjungsari 2026

Ilmu dalam Islam bukan sekadar pengetahuan yang disimpan, tetapi amanah yang harus digunakan untuk kebaikan. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…” (QS. Al-Isra: 36)

img_title AMBS Sampaikan Duka untuk Dini dan Anaknya, Desak Pelaku Pembunuhan Dihukum Berat

Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu harus dipahami dengan benar, sekaligus diamalkan secara bertanggung jawab. Tidak cukup hanya mengetahui, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan.

Sejak dini, siswa perlu ditanamkan bahwa belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi untuk memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan maknanya, sementara ilmu yang digunakan untuk kebaikan akan membawa keberkahan.

img_title FPJ dan SMPN 1 Cijeruk Gelar Edukasi Mitigasi Gempa dan Longsor, Siswa Belajar Simulasi Evakuasi

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya ilmu yang bermanfaat dalam sebuah hadis:

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu yang diamalkan memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan dapat menjadi amal yang terus mengalir meskipun seseorang telah tiada.

Menjadi siswa yang bermanfaat bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Membantu teman yang kesulitan belajar, menggunakan ilmu untuk menyelesaikan masalah, hingga menjaga sikap dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk nyata pengamalan ilmu. Selain itu, rasa syukur juga menjadi kunci penting. Kesempatan untuk belajar, memiliki guru, dan mendapatkan pendidikan adalah nikmat yang tidak semua orang rasakan.

Allah SWT berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur dalam konteks ini bukan hanya ucapan, tetapi diwujudkan dengan kesungguhan dalam belajar dan kesediaan untuk menggunakan ilmu dengan cara yang benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, siswa juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rasa malas, distraksi dari teknologi, hingga tekanan lingkungan. Di sinilah pentingnya menjaga niat. Ketika belajar diniatkan sebagai ibadah, setiap prosesnya akan terasa lebih bermakna.

Halaman Selanjutnya
img_title