Mengenal Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadr di Bulan Ramadan

Dr. Samsul Basri, S.Si, MEI
Sumber :
  • Istimewa

Kota Bogor, VIVA Bogor – Insya Allah malam ini, 22 Ramadan 1447 H merupakan malam ke-23 Ramadan, yang termasuk malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan. Malam ini juga menjadi salah satu malam yang berpeluang turunnya Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

img_title Keseimbangan Hidup Seorang Muslim: Mengatur Waktu antara Kesibukan, Olahraga, dan Ibadah Rutin

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan malam tersebut dengan berbagai ibadah dan amal saleh, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa.

Salah satu doa yang diajarkan oleh Muhammad untuk dibaca ketika berharap mendapatkan Lailatul Qadr adalah:

img_title Kasus HIV/AIDS di Cibungbulang Disorot, GMPB Desak Bupati Tertibkan THM

"Allahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Adapun menurut Ustaz Samsul Basri, beberapa tanda datangnya malam Lailatul Qadr sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis Nabi di antaranya:

img_title Bukan Sekadar Olahraga: Mengubah Setiap Tetes Keringat Menjadi Pahala Ibadah

1. Matahari terbit dengan cahaya lembut

Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, dari sahabat Ubay bin Ka'ab, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menjelaskan salah satu tanda Lailatul Qadr adalah matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya putih yang tidak menyilaukan.

2. Malam terasa tenang dan sejuk

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, disebutkan bahwa malam Lailatul Qadr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak pula terlalu dingin. Suasana malam terasa tenang dan menenangkan.

Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Ibnu Khuzaimah dan juga dalam Musnad At-Thayalisi.

3. Tidak terlihat bintang jatuh

Riwayat lain yang disampaikan oleh Watsilah bin Al-Asqa menyebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadr langit tampak terang, suasana tenang, serta tidak terlihat bintang-bintang yang jatuh hingga pagi hari.

Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tabarani dengan sanad yang dinilai hasan.

Sementara dalam riwayat Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad Ahmad, disebutkan bahwa pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.

Oleh karena itu, Ustaz Samsul Basri menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil, agar tidak melewatkan kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadr yang penuh keberkahan.

Halaman Selanjutnya
img_title