Puasa tapi Tidur Seharian, Apakah Tetap Mendapat Pahala?
- freepik.com/freepik
Bogor, VIVA Bogor – Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang merasa lebih mudah mengantuk dan kurang berenergi. Kondisi ini wajar terjadi karena saat berpuasa, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah (glukosa) serta hormon kortisol di siang hari, sehingga memicu rasa lelah dan kantuk. Ditambah adanya perubahan ritme sirkadian (jam biologis) yang terjadi selama bulan Ramadan. Namun, bagaimana jika seseorang justru menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur selama puasa Ramadan? Apakah puasanya tetap sah?
Mengutip penjelasan dari kanal YouTube tvOneNews, pendakwah Dennis Lim menjelaskan bahwa tidur saat puasa harus dilihat dari niat dan tujuannya.
“Ini harus diluruskan dulu niatnya. Baru bisa jadi pahala kalau diniatkan untuk ibadah atau kebaikan,” ujar Dennis Lim.
Ia menjelaskan bahwa tidur di siang hari bisa bernilai kebaikan jika tujuannya untuk mendukung ibadah. Misalnya, seseorang tidur agar malam harinya bisa bangun lebih lama untuk salat tahajud dan tidak mengantuk saat beribadah. Namun, berbeda halnya jika tidur dilakukan hanya untuk menghindari rasa lapar atau karena malas menjalani puasa. Apalagi jika sampai meninggalkan kewajiban salat Zuhur dan Asar, maka tidur tersebut justru bernilai keburukan.
Dennis Lim memberikan contoh sederhana. Jika seseorang tidur agar bisa lebih fokus beribadah di malam hari, maka tidurnya bisa bernilai pahala. Sebaliknya, jika seseorang berpikir, “Daripada lapar, mending tidur saja sampai waktu berbuka,” lalu meninggalkan salat wajib, maka tidurnya tidak bernilai pahala bahkan bisa menjadi dosa.
Ia juga mengibaratkan tidur seperti aktivitas lain dalam kehidupan sehar-hari, misalnya makan. Ada orang yang makan hanya untuk memuaskan nafsu, dan ada pula yang makan dengan niat agar tubuhnya sehat sehingga bisa beribadah dengan lebih baik. Begitu pula dengan tidur, semuanya kembali pada tujuan dan niatnya.
Tidur saat puasa tidak membatalkan puasa. Namun, kualitas pahala puasa seseorang sangat dipengaruhi oleh bagaimana seseorang tersebut mengisi waktu puasanya. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi melatih diri tetap produktif dalam kebaikan dan ibadah.